Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juni 2022 | 17.26 WIB

Silek Tradisi Minangkabau di Ambang Kepunahan

DI AMBANG KEPUNAHAN: Pesilat tradisi Minang tampil di tengah sawah dalam atraksinya. (DOKUMENTASI UNTUK JAWAPOS.COM) - Image

DI AMBANG KEPUNAHAN: Pesilat tradisi Minang tampil di tengah sawah dalam atraksinya. (DOKUMENTASI UNTUK JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - Silat (silek) tradisi Minangkabau merupakan salah satu warisan dunia yang telah diakui UNESCO. Kini kondisinya berada di ambang kepunahan, karena anak muda tidak terlalu menggandrunginya.

Situasi ini membuat para guru sepuh (tuo) silek khawatir. Mereka khawatir silek tradisi Minangkabau terancam punah. Mengantisipasi ancaman kepunahan warisan tersebut, para tuo silek Minang pun berkumpul mencari solusi.

Pertemuan para tuo silek itu dikemas dalam “Musyawarah Tuo Silek”. Menurut Heru Joni Putra selaku kurator Musyawarah Tuo Silek, saat ini para tuo silek tengah berpikir dan merumuskan pola-pola baru agar silek tradisi tetap berkembang. Jangan sampai di ambang kepunahan. Upaya mempertahankan dan mengembangkan silek tradisi ke dalam banyak aspek.

"Selama ini pengembangan yang dilakukan cenderung bersifat satu arah dan terbatas di lingkungan tertentu saja," ujar Heru Joni Putra kepada JawaPos.com, Sabtu (4/6).

Dalam agendanya, Musyawarah Tuo Silek itu dijadwalkan berlangsung di Kampung Adat Balai Kaliki, Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), hari ini hingga Senin (6/6). Para tuo silek yang berasal dari seluruh penjuru Sumbar itu menyiapkan kemasan pengembangan silek tradisi. Misalnya, silek bagian dalam koreografi, silek dikemas dalam film, silek jadi seni pertunjukan, serta adanya publikasi ilmiah lintas disiplin.

Heru berharap dengan pengembangan dengan pola baru, silek tradisi bisa bertahan dalam ekosistem budaya yang dinamis. Lebih penting lagi bisa memberikan kontribusi dengan bentuk yang berbeda-beda terhadap berbagai bidang kehidupan.

Kurator Musyawarah Tuo Silek lainnya, Zuari Abdullah menambahkan, ke depannya perlu dirumuskan pendidikan karakter ala silek kepada generasi muda saat ini. "Silek mesti menjadi way of life yang punya keterkaitan langsung dengan pertanian, kesehatan, kehutanan, ekonomi, politik dan lainnya," ujar Zuari.

Di pihak lain, Ketua DPRD Sumbar Supardi sangat mendorong agar Musyawarah Tuo Silek mampu menghasilkan program yang tepat untuk membangkitkan kembali silek tradisi Minangkabau. "Secara politik kami mendorong silek tradisi ini tetap eksis melalui anggaran di APBD," ujar Supardi.

Untuk diketahui, silek Minangkabau merupakan bagian dari seni bela diri tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore