
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Sistem communal branding digunakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam mengembangkan 9,7 juta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pemrov Jatim berkerja sama dengan salah satu marketplace Indonesia membuka kampus untuk pengembangan UMKM.
Kampus itu berada di UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim. Total ada 200 UMKM yang ditampung di kampus tersebut.
”Communal branding dirasa paling cocok untuk menambah pendapatan para pelaku UMKM. Ada beberapa daerah di Jatim yang menjadi penghasil produk unik tapi tidak percaya diri untuk memberi dan mengembangkan brand. Untuk itu kami inisiasi communal branding,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika membuka Kampus UMKM, Selasa (12/4).
Communal branding merupakan sistem di mana pelaku UMKM akan dibantu untuk mengembangkan bisnis dengan mentoring privat. Di Kampus UMKM itu, pelaku UMKM akan dilatih dengan mentor secara 1 on 1.
”Mentor pelatihan secara 1 on 1 ini bisa dilakukan karena masing-masing pelaku UMKM punya problem yang sangat spesifik. Dengan pelatihan dan pendampingan secara privat, solving di dalam UMKM lebih mungkin dilakukan,” papar Khofifah.
Kampus itu memiliki beberapa fasilitas menunjang pelaku usaha. Di antaranya adalah studio foto lengkap dengan fotografer untuk membantu pelaku UMKM membuat foto produk.
”Kemudian pelaku usaha juga akan dibantu untuk membuat live streaming. Sehingga produk itu looks nice (terlihat bagus) untuk dijual,” terang Khofifah.
Khofifah mencatat sebanyak 9,7 juta UMKM di Jawa Timur menyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar 57,25 persen. ”Hari ini 80 persen produk UMKM marketnya lokal, 18 persen regional, dan 2 persen market global,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Andromeda Qomari’ah menambahkan, Kampus UMKM dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi UMKM di bidang digital. ”Kami berharap Kampus UMKM ini mampu mempermudah pelaku UKM menguasai ekonomi digital supaya setelah pendampingan, pelaku UMKM bisa lebih berkembang dan mendapatkan banyak pesanan,” terang Andromeda Qomari’ah.
Kegiatan Kampus UMKM, lanjut dia, adalah upaya pengembangan bisnis karena dilengkapi dengan studio foto bersama peralatan fotografi dan fotografer. ”Supaya produk tampak menarik. Ada fasilitas ruang pertemuan, education center. Hari ini (12/4), kami menuntaskan 200 pelaku usaha di sekitar kampus untuk memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha),” ujar Andromeda Qomari’ah.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
