
Photo
JawaPos.com - Aktivitas Gunung Merapi pada Rabu (9/3) malam hingga Kamis (10/3) dini hari mengalami peningkatan. Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, awan panas guguran mengarah ke tenggara sebanyak enam kali. Mulai pukul 23.18 hingga 00.22. Ada pun jarak luncurnya hingga 5 kilometer (km) dengan durasi 570 detik.
Kondisi tersebut membuat 48 warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III memilih evakuasi mandiri ke tempat evakuasi sementara (TES) di balai desa setempat. Mereka berasal dari Dusun Sambungrejo, Sukorejo dan Ngipiksari yang terdiri dari balita hingga lansia.
“Memang betul sebagian warga Sambungrejo turun ke balai desa. Tapi kalau kondisi membaik malam ini pun juga akan pulang kembali. Tunggu situasi dan kondisi,” ucap Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Pemerintah Desa Balerante Jainu, Kamis (10/3) dini hari seperti dikutip Radar Solo, Kamis (10/3).
Ditambahkan Jainu, peningkatan aktivitas Merapi sangat terlihat dari arah Desa Balerante. Jika selama ini awan panas guguran dan lava pijar mendominasi mengarah ke barat daya, kini ke tenggara. Hal itu membuat warga yang berada dusun terdekat, yakni Sambungrejo memilih mengungsi karena merasa tidak nyaman dan tidak tenang.
“Seiring luncuran lava pijar tadi terjadi gumpalan awan hitam sangat tinggi. Bahkan sampai di atas Dusun Sambungrejo. Maka warga Sambungrejo, khususnya kelompok rentan memilih untuk turun,” ucapnya.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, pengungsi di TES Balai Desa Balerante untuk Dusun Sambungrejo terdapat 43 orang. Terdiri 13 lansia, 11 orang dewasa, dan satu ibu hamil. Ditambah 15 anak-anak, 2 balita dan satu lansia rentan.
Sementara itu, untuk Dusun Sukorejo yang mengungsi terdapat tiga orang. Terdiri dari seorang lansia, satu orang dewasa, dan satu orang dari kelompok rentan, sedangkan dari Dusun Ngipiksari terdiri satu orang lansia dan satu anak.
“Insya Allah mandali (aman terkendali). Sementara ini memang ada warga Sambungrejo yang turun mengungsi ke Balai Desa Balerante. Mereka evakuasi mandiri,” ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Sri Winoto.
Ditambahkannya, sampai saat ini tidak ada laporan hujan abu di wilayah Klaten. Meski begitu, BPBD Klaten terus memantau situasi dan perkembangan dari aktivitas Merapi. Termasuk mempersiapakan berbagai logistik yang dibutuhkan warga di TES.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
