Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Januari 2022 | 03.55 WIB

Dinkes Tunggu Hasil Investigasi Komda KIPI Jabar

Ilustrasi vaksin Covid-19. Aji Styawan/Antara - Image

Ilustrasi vaksin Covid-19. Aji Styawan/Antara

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, masih menunggu hasil investigasi dan pendalaman dari Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Jabar. Yakni terkait meninggal siswa PAUD di Cianjur, diduga setelah divaksinasi Covid-19 atas nama ZL, 6,5, beberapa hari lalu.

Kepala Dinkes Cianjur Irvan Nur Fauzy mengatakan, Komda KIPI Jabar sudah melakukan investigasi terkait meninggalnya siswa PAUD di Kecamatan Pasir Kuda. Namun, pihaknya belum mendapat laporan.

”Komda KIPI Jabar sudah melakukan investigasi kasus meninggalnya siswa tersebut, kami belum menerima keterangan resmi atau perkembangan dari hasil investigasi yang dilakukan seperti autopsi verbal dari pihak yang diduga terkait dalam kasus tersebut, termasuk keluarganya,” kata Irvan seperti dilansir dari Antara di Cianjur, Jumat (21/1).

Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan tindakan awal yang dilakukan terhadap anak, berbeda dengan orang dewasa sebelum mendapatkan vaksinasi. Namun, pihaknya baru mengetahui siswa tersebut memiliki riwayat kekerdilan (stunting), sedangkan terkait riwayat penyakit lain menunggu hasil investigasi.

”Terkait riwayat penyakit penyerta lain, kami masih menunggu hasil investigasi Komda KIPI, kami juga baru tahu kalau siswa tersebut memiliki riwayat kekerdilan,” ujar Irvan Nur Fauzy.

Pihaknya berharap dengan kejadian tersebut, tidak membuat orang tua siswa takut anaknya divaksinasi, selama mereka terbuka dan rutin memeriksakan kesehatan keluarga termasuk anak yang akan mendapatkan vaksinasi.

”Jangan takut anak mendapatkan vaksinasi, karena selama ini, kasus KIPI kecil kemungkinan terjadi selama penerima tidak mengidap atau memiliki riwayat penyakit penyerta. Kami mengimbau orang tua untuk terbuka, ketika anak memiliki penyakit penyerta segera beritahukan,” ucap Irvan Nur Fauzy.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Cianjur, mencatat tiga kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) selama pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Satu orang di antaranya meninggal dunia selang beberapa hari mendapatkan imunisasi dan dua orang lainnya mengalami lumpuh sementara.

Sekretaris Dinkes Cianjur Yusman Faisal di Cianjur menambah kasus KIPI berat menimpa dua orang dewasa warga Kecamatan Bojongpicung dan Mande. Yakni sempat mengalami lumpuh selama beberapa bulan, namun setelah mendapat penanganan kembali normal.

Sedangkan kasus lain, menimpa anak usia sekolah di Kecamatan Pasir Kuda, setelah menjalani perawatan siswa tersebut meninggal dunia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore