Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Januari 2022 | 19.35 WIB

Korban Banjir & Tanah Longsor Luwu Utara Terima Huntap dari Pemerintah

Bantuan hunian tetap (Huntap) diberikan kepada korban banjir bandang dan tananh longsor di Kabupaten Luwu Utara. - Image

Bantuan hunian tetap (Huntap) diberikan kepada korban banjir bandang dan tananh longsor di Kabupaten Luwu Utara.

JawaPos.com - Jelang pergantian tahun, korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dapat menempati Hunian Tetap (Huntap) bantuan pemerintah melalui BNPB. Minggu (31/12) kemarin, PT Sakura Makmur Lestari (Tatalogam Group) selaku aplikator yang ditunjuk untuk membangun huntap ini, menyerahkan rumah instan DOMUS kepada pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani menuturkan, kehadiran Huntap ini adalah sinergi dan kolaborasi yang manis dari semua pihak.

“Saya ucapkan terima kasih banyak. Masukan yang datang dari warga jadi senjata untuk disampaikan ke Pusat. Dalam dokumen Rencana Aksi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) yang disusun dengan asistensi BNPB dan tim Kemen PUPR, semua pihak terlibat mulai dari Pusat, Provinsi, daerah, swasta, termasuk masyarakat terbuka untuk mengambil bagian dalam proses pemulihan pascabencana. Dan ini dibuktikan oleh salah satu tokoh masyarakat kita, Pak H.Mukaddas yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Huntap khusus di Desa Sepakat,” kata Indah usai menyerahkan Huntap Domus ke masyarakat, Jumat (31/12).

Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menegaskan, tidak ada yang boleh main-main dengan program penanggulangan bencana.

“Untuk itu integritas dan akuntabilitas adalah harga mati. Sehingga warga kita bisa melihat anggaran yang diperuntukkan untuk bangunan ini tidak ada satu rupiah pun lari kemana-mana. Itu komitmen kita. Saya pastikan sekali lagi tidak ada satu rupiah pun, apa yang menjadi hak warga tidak sampai kepada warga sebab tidak ada istilah uang tunai, semuanya cashless. Langsung masuk ke rekening, sekaligus kita dukung program pemerintah untuk digitalisasi keuangan,” terang Indah.

Ke depan, Indah mengatakan, Pemda juga akan memfasilitasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU) di lokasi huntap tersebut termasuk dengan jaringan listrik dan air bersihnya.

“Ini baru bangunannya yang selesai, belum Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU), termasuk jaringan PLN dan air bersih. Untuk air bersih Pemda yang akan sambungkan dan semuanya gratis khusus untuk penyintas. Kalau aliran listriknya kita mengikuti aturan main PLN,” jelas Indah.

Dia juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan PT Sakura Makmur Lestari (Tatalogam Group) yang telah berhasil melakukan percepatan pembangunan di melampaui target yang telah ditetapkan. Dengan keberhasilan yang telah ia saksikan, menjadi referensi tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menggunakan produk rumah instan Domus dalam pelaksanaan program serupa di masa yang akan datang.

“Percepatan pelaksanaan kegiatan sangat membantu masyarakat kita sehingga mereka bisa lebih tenang. Saya kira ini akan menjadi referensi tersendiri bagi pemerintah daerah dan dalam pelakanaan program serupa di masa yang akan datang," tambah Indah.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, General Manager Tatalogam Group, Krisna Dewanti menerangkan, Huntap Type Cendrawasih dibangun sebanyak 300 unit untuk korban banjir bandang Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Rumah sudah selesai dibangun dalam jangka 4 bulan dan langsung diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

“Kami memulai membangun Agustus lalu serentak di berbagai wilayah; Kota Masamba, Desa Raddha, Desa Baloli, Desa Sabbang, dan beberapa wilayah lain yang tersebar di beberapa kecamatan. Dana pembangunan Huntap ini berasal dari bantuan BNPB. Hari ini (31/12), DOMUS telah diserahterimakan ke Bupati Luwu Utara dan langsung disalurkan Bupati kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang masih tinggal di kontrakan dan rumah keluarga bisa segera menempati rumah bantuan masing-masing. Hal ini sesuai janji Ibu Bupati kepada masyarakat sebagai hadiah tahun baru,” terang Krisna.

Ia menambahkan, rumah instan DOMUS memang didesain agar bisa dibangun dengan waktu yang relatif singkat. Pembangunan Rumah Domus hanya membutuhkan waktu 5-10 hari saja jika lahan sudah siap. Penginstalasian rumah instan DOMUS juga cukup mudah sehingga masyarakat lokal yang sebelumnya mendapat pelatihan dan sertifikasi lebih dulu, dapat ikut berperan dalam pembangunan. Hal ini sesuai dengan keinginan Bupati Indah agar proyek pembangunan memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.

Sebelumnya diketahui, Pemkab Luwu Utara terus menggenjot pembangunan 1.005 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut tahun lalu. Dari 1.005 unit huntap, 50 unit di antaranya merupakan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang telah selesai dibangun dan diserahkan pada masyarakat tahun 2020 silam.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore