
Pelaksanaan PTM di SMPN 36 Surabaya. Dipta Wahyu/Jawapos
JawaPos.com–Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim) membantah kabar yang mengatakan bahwa selama masa pembelajaran tatap muka (PTM) pada September, terjadi klaster Covid-19. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengenai daerah dengan klaster Covid-19 sekolah terbanyak, merupakan data lama.
”Sebenarnya data tersebut adalah kumulatif sejak 2020. Bukan selama satu bulan terakhir ini,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Jatim Makhyan Jibril Al Farabi, Sabtu (25/9) sore.
Dia mengatakan, data itu merupakan catatan kumulatif dan bukan data terbaru saat pembelajaran tatap muka (PTM) mulai kembali digelar sebulan belakangan. Hingga kini, sejak PTM terbatas mulai dilakukan sebulan yang lalu, belum ada sekolah SMA, SMK, maupun SLB di Jatim yang dilaporkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.
”Sejauh ini berdasar laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, khususnya untuk SMA dan SMK belum dilaporkan ada klaster PTM,” terang Makhyan Jibril.
Meski mengklaim tidak ada kasus, Jibril menjadikan hasil survei Kemendikbud sebagai bahan pelajaran. Dengan begitu, masyarakat, utamanya tenaga pendidikan lebih aware atau berhati-hati dengan penyebaran Covid-19 di wilayah sekolah.
”Jadi itu pelajaran lalu-lalu. Insya Allah sekarang dengan positivity rate yang rendah, pembukaan (sekolah) dilakukan pelan-pelan sambil terus dievaluasi,” ucap Makhyan Jibril.
Sebelumnya, Berdasar temuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jawa Timur (Jatim) disebut menjadi daerah dengan klaster Covid-19 tertinggi di sekolah.
Angka itu didapatkan dari data survei yang dilakukan Kemendikbudristek. Data survei itu dipublikasikan melalui situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/ per Kamis (23/9).
Bila ditotal, terdapat 1.303 sekolah di Indonesia menjadi klaster Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Indonesia. Dari 1.303 sekolah, ada 165 atau 2,77 persen sekolah di Jatim menjadi klaster penyebaran Covid-19.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi mengakui hal itu. Mantan kepala dinas perhubungan itu membenarkan bahwa mayoritas klaster terdapat di tingkat SD yang dikelola kabupaten/kota.
”Data klaster sekolah terhadap Covid-19 secara nasional dari Kemendikbudristek, jenjang SD 45,97 persen, PAUD 19,94 persen, dan SMP 19,07 persen,” kata Wahid ketika dihubungi Jumat (24/9).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
