Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Agustus 2021 | 01.52 WIB

Pakar Sebut Penelusuran di Daerah PPKM Level 4 Sangat Rendah di Kalsel

Anggota Satlantas Polres Banjarbaru terus menggencarkan edukasi protokol kesehatan kepada pengguna jalan. Firman/Antara - Image

Anggota Satlantas Polres Banjarbaru terus menggencarkan edukasi protokol kesehatan kepada pengguna jalan. Firman/Antara

JawaPos.com–Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan, penelusuran kontak erat di daerah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kalimantan Selatan sangat rendah. Berdasar data kementerian kesehatan, rasio kontak erat masih di angka 2.

Padahal, menurut Anggota Tim Pakar ULM untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin, untuk dapat keluar dari PPKM level 4, rasio kontak erat harus bisa diangkat pada tingkat 5 ke atas. Artinya, diharapkan daerah dapat melakukan penelusuran kontak rata-rata minimal 5 orang dari setiap penduduk yang terkonfirmasi positif Covid-19.

”Kalsel masih sangat rendah. Bahkan, untuk Tanah Bumbu masih nol,” kata Hidayatullah Muttaqin seperti dilansir dari Antara, Senin (23/8).

Standar ideal menurut WHO, lanjut dia, 1 pasien berbanding 30 orang kontak erat. Sedangkan untuk keterisian tempat tidur rumah sakit khusus pasien Covid-19, secara umum tidak ada daerah yang berada pada tingkat 90 persen.

Dia menilai, setelah selama sebulan PPKM level 4 dilaksanakan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, efektivitasnya belum sesuai harapan. Hal itu ditandai dengan bertambahnya daerah yang menjalankan PPKM level 4, dari dua menjadi enam daerah.

Dia mengakui, terjadi penurunan kasus konfirmasi dan jumlah pasien rawat inap pada dua pekan terakhir dibandingkan dengan dua pekan pertama PPKM level 4. ”Tetapi, penurunan kasus konfirmasi tersebut erat kaitannya dengan penurunan testing, sedangkan kasus kematian relatif sama jumlahnya,” ujar Hidayatullah Muttaqin.

Menurut dia, jika jumlah penduduk yang diperiksa dalam sepekan terakhir (2 Agustus) untuk seluruh wilayah Kalsel sebanyak 12.614 orang, pada 8 Agustus menurun menjadi 11.825 orang. Memasuki pekan ketiga, jumlahnya semakin turun menjadi 9.761 orang dan pada 7 hari terakhir (21 Agustus) anjlok ke angka 8.371 orang.

”Karena itu, penurunan kasus konfirmasi memiliki kaitan erat dengan menurunnya jumlah orang yang menjalani pemeriksaan Covid-19,” papar Hidayatullah Muttaqin.

Dalam kebijakan terbaru pemerintah untuk Kalimantan Selatan ada enam daerah melanjutkan PPKM level 4 selama 2 pekan dari 24 Agustus hingga 6 September. Berbeda dengan periode sebelumnya, PPKM kali ini memasukkan Hulu Sungai Tengah. Sementara lima daerah lainnya masih sama, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore