
Sejumlah tenaga kesehatan menyempatkan beristirahat duduk di pinggir jalan setelah melakukan tes swab pada pengendara pada senin dini hari kemarin (7/6). Penyekatan warga masuk dari Madura ke Surabaya terus diperketat untuk mengantisipasi penyebaran virus
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melakukan berbagai upaya pembatasan untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19. Itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bangkalan Nomor 360/095/433.208/2021. Masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Larangan itu mencakup kegiatan sosial dan kebudayaan, pendidikan, ibadah, serta wisata.
Satpol PP bersama TNI-Polri akan meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes). ”Kami terus berusaha untuk menjadikan Bangkalan zona hijau,” tutur Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Madura kemarin (17/6).
Selain itu, penyekatan bagi pengendara yang keluar masuk Jembatan Suramadu diubah. Sebelumnya, penyekatan hanya dilakukan terhadap pengendara dari Madura menuju Surabaya. Hal yang sama kini diberlakukan sebaliknya, yakni bagi pengendara dari Kota Pahlawan ke Pulau Garam.
Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menambahkan, rapid test antigen yang diberlakukan kepada pengendara di Desa Petapan, Kecamatan Labang, digeser ke pintu masuk Suramadu sisi Bangkalan. Di sisi Surabaya, rapid test antigen diberlakukan di pintu masuk dan keluar. Dengan demikian, semua pengendara yang masuk ke Surabaya dan Madura harus dinyatakan nonreaktif dalam rapid test antigen.
”Sekarang tidak ada perbedaan. Semuanya harus saling menjaga dan saling melengkapi,” tegasnya.
Menurut dia, pengendara tidak harus melakukan rapid test antigen di lokasi penyekatan. Mereka bisa juga melakukan tes secara mandiri di rumah sakit atau puskesmas. Pengendara yang reaktif saat menjalani rapid test antigen di Suramadu sisi Madura dan Surabaya akan ditempatkan di rest area yang dibangun Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Lalu, dilanjutkan dengan tes polymerase chain reaction (PCR). ”Ini langkah kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemkot Surabaya untuk memastikan semua orang yang datang ke Surabaya atau ke Madura berkondisi sehat,” sambungnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dalam menekan persebaran Covid-19. Sebab, Surabaya dan Bangkalan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. ”Kami harus saling melengkapi dan akan saling menunjang kebutuhan antara satu dan lainnya,” kata Eri.
Sementara itu, RSUD Syamrabu, Bangkalan, terus menangani pasien Covid-19. Dalam sehari ada 90 warga yang terpapar virus korona. Dengan demikian, kasus aktif di Bangkalan menjadi 735. Perinciannya, 453 orang tanpa gejala (OTG) dan isolasi mandiri, 54 orang dikarantina di balai diklat, dan 228 orang sakit di rumah masing-masing.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Syamrabu Farhat Suryaningrat menyatakan, tren kasus positif di Bangkalan terus naik. Jumlah pasien yang sembuh dan terpapar tidak seimbang. ”Lebih banyak dirawat daripada yang sembuh,” ucapnya. Dalam sehari kemarin, Covid-19 merenggut 10 nyawa di RSUD Syamrabu.
Di sisi lain, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) saat ini menampung 376 pasien positif Covid-19 hingga kemarin (17/6). Perinciannya, 56 pekerja migran Indonesia (PMI), 226 pasien klaster Madura, 12 santri, dan 82 pasien umum. ”Untuk klaster Madura, 86,43 persen CT value-nya di bawah 25,” ungkap Penanggung Jawab RSLI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.
Ketua Satgas Covid-19 Jawa Timur Rumpun Kuratif Dr Joni Wahyuhadi memaparkan perkembangan pasien Covid-19 varian baru. Ada delapan pasien yang terpapar virus varian delta atau India. Sebelumnya, tim tracing menemukan tiga orang yang terpapar varian India. Jumlah itu kemudian bertambah lima.
Baca juga: Kejar Herd Immunity, TNI Bangun 100 Sentra Vaksinasi
Dia mengimbau sampel pasien yang CT-nya di bawah 25 untuk dikirim ke ITD Universitas Airlangga. ”Kami tidak kenakan biaya untuk pengecekan sampel tersebut,’’ katanya.
Ada alasan sampel pasien dengan CT di bawah 25 harus diambil. Satgas Covid-19 Jawa Timur ingin memastikan apakah ada korelasi CT dengan varian virus baru tersebut. ”Selain itu, kami ingin pola penanganan pasien varian baru itu tepat,” ucapnya.
Antisipasi Idul Adha
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak menyatakan, yang terjadi di Bangkalan merupakan kejadian khusus. Pemprov Jatim memberikan atensi. Pelacakan (tracing) diintensifkan untuk mencari kasus sedini mungkin.
Untuk mengatasi keterbatasan ruang isolasi, ada rumah sehat yang bekerja sama dengan tokoh masyarakat. ”Apabila semua ditumpukan pada enam rumah sakit di Surabaya akan berisiko. Surabaya jadi rujukan lain di Jatim,” ungkapnya.
Pemprov Jatim juga mengantisipasi adanya lonjakan kasus setelah Idul Adha. Mengingat, saat Lebaran Haji, mobilitas masyarakat Madura akan lebih tinggi. Pemda masih mengkaji dilaksanakannya pembatasan mobilitas dari Surabaya ke Madura dan sebaliknya. ”Selama ini diberlakukan adanya keterangan bebas Covid-19 dengan swab antigen,” kata Emil. Langkah itu yang akan dipertimbangkan jika masih terjadi persebaran kasus yang tinggi.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, ada beberapa daerah yang cenderung terdapat peningkatan kasus. Selain Madura, ada Ngawi, Bondowoso, dan Madiun. ”Peningkatan itu dampak libur dan mudik Lebaran,” katanya. Pemprov bersama Forkopimda Jatim akan berusaha mencegah tren peningkatan akibat libur panjang, termasuk antisipasi saat Idul Adha.
Terpisah, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan bakal mengeluarkan surat edaran khusus pelaksanaan kegiatan keagamaan selama Idul Adha 2021. ”Kami perlu melihat perkembangan Covid-19 di tanah air,” katanya kemarin.
Seperti Idul Fitri, pelaksanaan peringatan Idul Adha juga berpotensi menimbulkan kerumunan. Mulai pelaksanaan takbiran, salat Idul Adha, sampai penyembelihan hewan kurban. Bahkan, di sejumlah daerah seperti di Madura, mudik menjelang Idul Adha menjadi rutinitas tahunan. Biasa disebut dengan istilah toron. Masyarakat yang mudik saat Idul Adha di sana bahkan bisa lebih banyak daripada saat Idul Fitri.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
