
Acara ritual adat bakar batu sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Kepala suku Dambet Benner Tinal dari serangan KKB Beoga. Antara
JawaPos.com–Kepala Suku Dambet, Kabupaten Puncak, Benner Tinal Provinsi Papua melakukan acara ritual adat bakar batu. Itu dilakukan untuk mensyukuri kehidupannya setelah selamat dari peristiwa pembakaran honai, bangunan sekolah, dan rumah guru yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kegiatan bakar batu di Distrik Beoga Kabupaten Puncak tersebut dihadiri Kasatgas Humas Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Al Qudusy bersama personel Polri. Ungkapan rasa syukur atas selamatnya tokoh adat Bener Tinal dari penembakan dan pembakaran yang dilakukan KKB menunjukkan betapa sesungguhnya warga Papua cinta damai dan berharap Papua selalu damai.
Kepala suku mengatakan, bakar batu dilakukan keluarga Benner Tinal sebagai silaturahmi antara kepala Suku Dambet dengan personel Polri yang telah hadir di tengah masyarakat membawa rasa aman bagi warga Beoga.
Kepala Suku Benner Tinal mengecam kejadian tindakan kejahatan dilakukan KKB karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga. ”Saya sangat menyesal dan mengutuk KKB yang telah menghancurkan honai dan kiosnya,” kata Bener Tinal seperti dilansir dari Antara.
Kepala Suku Benner Tinal menyampaikan terima kasih kepada Kasatgas Humas Nemangkawi Kombespol Iqbal Al Qudusy atas silaturahmi serta memberikan perlindungan warganya.
Iqbal menegaskan, kehadiran aparat keamanan TNI/Polri di Beoga untuk memberikan perlindungan, menjamin keamanan, dan akan menegakkan hukum bagi kelompok KKB yang telah mengganggu ketenangan warga. ”Aparat TNI-Polri hadir di tengah masyarakat untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi warga Beoga,” tegas Iqbal.
Sementara itu, tokoh agama di Beoga Provinsi Papua Pdt Jupinus Wama mengungkapkan aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah tidak berperikemanusiaan. Sebab, mereka mengganggu anak-anak perempuan di kampung.
”KKB selain melakukan pembakaran dan penembakan yang menewaskan dua orang guru juga mengganggu anak perempuan yang ada di kampung,” ungkap Pdt Wama di Beoga.
Pdt Wama juga mengakui, anggota KKB sudah tidak lagi menganggap mereka para gembala (gereja) dan Kampung Beoga sudah hitam akibat ulah KKB. ”Aksi yang dilakukan KKB tidak berperikemanusiaan karena mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak anak perempuan dihancurkan, termasuk rumah," ungkap Pdt Jupinus Wama.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=QOBOMev1WX8

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
