Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2020 | 02.01 WIB

Bobby Nasution Soroti Buruknya Penataan Transportasi di Kota Medan

Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution saat mengikuti webinar pada Selasa (10/11). (For JawaPos.com) - Image

Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution saat mengikuti webinar pada Selasa (10/11). (For JawaPos.com)

JawaPos.com - Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menyoroti buruknya penataan transportasi di Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut). Menurut dia, sudah saatnya Kota Medan memiliki moda angkutan umum masal. Kapasitas moda transportasi yang bisa mengakungkut penumpang dalam jumlah besar.

Alasannya, kata Bobby, Medan berpredikat sebagai kota besar. Sejajar dengan kota-kota lainnya di Pulau Jawa, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Jogjakarta. Sejatinya penataan transportasi di Kota Medan sudah sejajar pula dengan DKI Jakarta. Tidak lagi mengandalkan angkutan kota (angkot) dan becak motor (betor).

"Transportasi yang tidak modern menjadi kendala. Di Medan angkot masih menjadi andalan. Transportasi umum masih berjalan sendiri tanpa perhatian pemerintah. Harusnya Medan sudah punya moda transportasi publik lain dengan jumlah besar," ujar Bobby Nasution dalam webinar yang bertajuk "Permasalahan Transportasi di Medan dan Solusi" pada Selasa (10/11).

Calon wali kota Medan nomor 2 itu menyebut, berdasar survei permasalahan Kota Medan adalah banjir, macet, lalu lintas yang semrawut, jalan berlubang, lapangan pekerjaan, dan kasus korupsi.

"Kendala transportasi kita (Kota Medan, red) adalah banjir mempengaruhi kualitas jalanan yang ada di Kota Medan," sebutnya dalam webinar yang digelar IKATEKSI itu.

Photo

Pengemudi mendorong angkot yang terjebak dalam banjir di Kota Medan setelah kota itu dilanda hujan deras sepanjang Rabu (23/9). (Istimewa for JawaPos.com)

Buruknya lalu lintas di Kota Medan karena kondisi jalan yang berlubang dan mudah tergenang ketika diguyur hujan. Jalan yang sering tergenang saat hujan mudah terkelupas. Hal itu membahayakan terhadap pengguna jalan. Waktu tempuh perjalanan pengguna jalan jadi semakin lama, karena mereka tidak bisa melajut lebih cepat karena kondisi jalannya yang buruk. Implikasinya lebih jauh bisa berdampak roda perekonomian kota.

"Arus lalu lintas dan persimpangan Kota Medan tidak tertata. Lalu diperparah dengan tindakan korupsi aparat daerah dan kepala daerah pada masa silam di Kota Medan," tutur suami Kahiyang Ayu itu.

Semrawutnya jalan raya, kata Bobby, dipicu juga oleh lahan parkir yang minim. Kendaraan yang parkir tidak ditampung di ruang khusus. Tidak sedikit kendaraan parkir di badan jalan. Hal itu mempersempit lebar jalan.

Belum lagi kebedaraan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Situasi itu mengakibatkan penumpukan angkutan umum.

Baca juga:


Ke depannya, imbuh Bobby, Kota Medan harus memiliki jika fasilitas transportasi Medan yang baik. Baiknya transportasi kota bisa menumbuhkan ekonomi masyarakatnya. "Intinya butuh kolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini," tukasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=tVKWARA2oOQ

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore