
FOKUS: Salah satu peserta kejuaraan ketapel yang digelar di SD Mangkuyudan, kemarin (18/10). (Damianus Bram/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Markaz Ketapel Indonesia (MKI) mengenalkan permainan ketapel melalui sebuah kompetisi. Kejuaraan ketapel digelar di SD Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Minggu (18/10). Ini kali pertama diadakan di Kota Bengawan. Peserta dari berbagai komunitas di luar Kota Solo juga hadir, seperti Jogja, Boyolali, hingga Jakarta.
Seperti yang diketahui, ketapel dulunya jadi sebuah senjata tradisional. Pecinta ketapel di Indonesia menjadikannya sebagai olahraga, dengan konsep peraturan-peraturan modern. Kompetisi yang diadakan oleh MKI ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 41 dewasa dan sembilan anak-anak.
Penyelenggara yang juga Ketua Puma Slingshot Club (PSSC) Solo Subani Priyo Saputro mengungkapkan, kesulitan olahraga ini terdapat pada konsentrasi, mental, skill dan konsistennya si pemain.
"Ketapel bukan suatu hal yang pasti. Misal hari ini menang, besok belum tentu," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Menurutnya, rata-rata player ketapel memiliki memori sejak kecil. Saking sukanya, dibuatkah komunitas pecinta ketapel, hingga semakin menyebar di Indonesia. Di Solo sendiri ada dua klub ketapel yakni PSSC dan Jajar Slingshot Club (JSSC).
"Kami juga ada misi pembinaan pemain muda usia dini untuk mengurangi konsumsi gadget pada anak. Belum lama ini sebenarnya sudah ada event nasional, namun ditiadakan karena pandemi Covid-19," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MKI Indonesia, Sangga Resna Kurniawan mengungkapkan, ada misi agar olahraga ini menjadi asosiasi resmi di Indonesia. Hal itu terlihat dari antusias dari pemain di berbagai daerah mengikuti kompetisi.
"Karena semangat kompetisi persahabatannya terbentuk, kita nanti membuat zonasi per kompetisi. Dari kompetisi tersebut akan kami cari pemain potensial," tuturnya.
Sangga mengungkapkan sudah ada klub binaan di bawah MKI di beberapa di kota-kota. Seperti klub seperti di Jakarta ada sembilan klub, Banten ada tiga klub, Jawa Barat ada empat klub, Solo ada dua klub, Jogja enam klub, Jawa Timur dua klub, Sulawesi selatan dua klub, dan Kalimantan Selatan ada satu klub.
Dijelaskannya, asosiasi dan turnamen ketapel tingkat nasional belum ada. Namun, para penggiat ketapel di Indonesia sedang berusaha untuk merealisasikan.
"Kita bersama-sama untuk mewujudkannya. Ketapel sendiri tren baru, jadi kami harus menjaganya hingga konsisten karena itu yang terpenting," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=an4XELLGOzY&ab_channel=jawapostvofficial

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
