Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2020 | 14.10 WIB

Sebanyak 600 Kali Gangguan Listrik di Jatim akibat Layang-Layang

Ilustrasi sejumlah anak menerbangkan layangan. Aloysius Jarot Nugroho/Antara - Image

Ilustrasi sejumlah anak menerbangkan layangan. Aloysius Jarot Nugroho/Antara

JawaPos.com–PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat, hingga September sebanyak 600 kali terjadi gangguan listrik akibat layang-layang. Sehingga, sedikitnya 9,7 juta pelanggan PLN mengalami terdampak padam.

”Kami tak hentinya menggalakkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain layangan di dekat jaringan listrik. Tak hanya itu, sejak Juni patroli jaringan pun kami giatkan untuk mengantisipasi benda-benda terkena jaringan, salah satunya layang-layang yang mampu mengganggu terhambatnya keandalan pasokan listrik,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Nyoman S. Astawa seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Senin (5/10).

Dia mengatakan, ratusan kali gangguan akibat layang-layang itu terjadi pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) 20 kV. ”Untuk SUTM 20 kV, terhitung sampai dengan September telah terjadi gangguan layang-layang sebanyak 600 kali, dimana tertinggi terjadi pada Agustus sebanyak 207 kali,” kata Nyoman S. Astawa.

Sedangkan pada September, terjadi gangguan akibat layang-layang sebanyak 204 kali. Gangguan terbanyak terjadi di wilayah kerja PLN UP3 Mojokerto sebanyak 40 kali kejadian.

Nyoman menambah, pada Sabtu (3/10), sejumlah wilayah di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Nganjuk juga mengalami pemadaman listrik akibat gangguan terjadi di penghantar 150 kV Manisrejo-Nganjuk 1 dan 2 tepatnya pada 18.03 WIB.

”Berdasar hasil penelusuran dan investigasi Tim PLN Unit Induk Transmisi Jawa Timur & Bali, di lokasi diketemukan sebuah layang-layang menyangkut di jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Manisrejo-Nganjuk,” terang Nyoman S. Astawa.

”Kami mengimbau masyarakat yang bermain layang-layang agar menjauhi jaringan listrik PLN, karena dampaknya jika padam akan merugikan masyarakat luas,” tambah Nyoman S. Astawa.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yeGtv_g-WwY&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore