
Seorang ibu bersumpah makan tanah mempertahankan tanah ulayat mereka di Besipae, Timor Tengah Selatan, dalam kasus konflik lahan warga Besipae dengan Pemprov NTT. Istimewa/Antara
JawaPos.com–Puluhan warga Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, menolak kesepakatan yang dibuat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan konflik lahan di Pubabu Besipae. Penolakan tersebut termuat dalam surat pernyataan yang dibubuhi tanda tangan di atas materai oleh 51 warga Besipae.
”Dengan ini menyatakan menolak kesepakatan yang dibuat Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan orang-orang yang mengatasnamakan kami pada 21 Agustus,” demikian disampaikan warga dalam surat pernyataan seperti dilansir dari Antara.
Warga yang menandatangani surat pernyataan tersebut menyatakan, mereka adalah warga Besipae yang secara turun-temurun telah tinggal dan menetap di tanah seluas sekitar 6.000 hektare di Pubabu Besipae, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Menurut warga, sebagaimana dalam isi surat pernyataan itu, tiga orang yang membuat dan menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Provinsi NTT yakni Nope Nabuasa, Frans Nabuasa, dan P.R. Nabuasa bukan bagian dari masyarakat Besipae yang menjadi korban penggusuran yang berhak atas tanah dimaksud. ”Maka kami masyarakat Besipae menolak kesepakatan tersebut,” kata warga.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT menyatakan telah mengakhiri konflik lahan di Besipae setalah dilakukan penandantanganan kesepakatan mengakhiri konflik bersama tokoh adat di Besipae.
”Kesepakatan untuk mengakhiri konflik lahan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kami mewakili pemerintah provinsi dan tiga tokoh adat, yaitu Usif Frans Nabuasa, Usif Nope Nabuasa, dan Usif P.R. Nabuasa pada Jumat (21/8),” kata Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT Zeth Sony Libing.
Zeth menyebutkan, salah satu butir kesepakatan tersebut, yaitu pemerintah dan para tokoh bersama-sama mengakhiri konflik lahan di Besipae. Pada Sabtu (22/8), pihaknya juga turun kembali ke Besipae untuk menyosialisasikan kesepakatan tersebut kepada masyarakat yang terlibat dalam konflik lahan tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8DvUCMnxzhk

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
