Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2020 | 13.31 WIB

Permukiman Digusur Empat Tahun Lalu, Begini Nasib Warga Kebonharjo

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Nasib warga Kebonharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, masih belum jelas. Itu setelah dilakukan penggusuran terkait reaktivasi rel kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada empat tahun lalu. Warga tetap memperingati momen tersebut dan terakhir dilakukan pada 19 Mei 2020. Warga menggelar syukuran sederhana dengan memanjatkan doa kepada Tuhan.

Salah satu pejuang dalam masalah itu juga telah meninggal, yang tidak lain adalah kuasa hukum warga Kebonharjo, Budi Sekoriyanto. Atas meninggalnya anggota Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jateng, itu warga juga mengabadikan namanya menjadi nama gang di kampung itu. Sejak peristiwa 19 Mei 2016 lalu hingga saat ini, nasib warga juga masih diambang ketidakjelasan.

Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo, mengatakan perkembangan terakhir warga menyikapi pembatalan 56 sertifikat di Kebonharjo, yang dilakukan BPN Jateng dengan menugaskan Kantor Pertanahan Kota Semarang, yang informasinya menindaklanjuti putusan Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) yang mengalahkan warga. Sikap itu sudah dilaksanakan sejak 28 Januari 2020, dengan cara pemasangan 32 spanduk dan umbul-umbul di areal kanan kiri setiap RW di Kebonharjo yang dilakukan Forum RW dan Forum Pemuda Kebonharjo (FPK).

"Jadi hasil persidangan di PTUN, warga kalah. BPN Jateng memerintahkan BPN Kota Semarang untuk membatalkan 56 sertifikat di Kebonbarjo. Intinya kami mempertahankan tanah Kebonharjo, SHM kami anggap masih sah sehingga harus dipertahankan," kata Suparjo, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (24/5).

Permasalahan itu awalnya pendampingan hukum dari Ikadin Jateng. Namun saat ini sudah di bawah pendampingan hukum Muhammad Herviano Widyatama, yang merupakan putra Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Pol (Purn) Prof Dr Budi Gunawan. Pendampingan hukum itu diberikan melalui Muhammad Herviano Foundation. Herviano juga tercatat sebagai anggota DPR RI dari Partai PDI Perjuangan.

Photo

Puing-puing bangunan rumah warga Kebonharjo yang digusur PT KAI pada 4 tahun lalu banyak ditumbuhi rerumputan (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

"Informasi dari mas Vino (Herviano, Red) sebelum Ramadan sudah pernah bertemu dengan direktur PT KAI dan Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan itu mas Vino minta konsep atas permasalahan Kebonharjo mau dibuat bagaimana ke depan, kemudian PT KAI dan Kemenhub minta waktu satu minggu, tapi malah ada pandemi Covid-19, akhirnya mundur lagi," jelasnya.

Informasi yang diterimanya, juga akan diadakan audiensi Komisi V, yang nantinya menghadirkan Kemenhub dan PT KAI. Selain info itu, pihaknya juga mendapatkan kabar dari sejumlah konsultaan setelah Covid-19, PT KAI akan melanjutkan reaktivasi Stasiun Tawang ke Pelabuhan. Namun yang menjadi pertanyaan pihaknya, areanya kemana.

"Ada konsep dan wacana areanya jalan Rongorawirso menyusur masuk reaktivasi yang lama ke Pelabuhan, jadi bukan melalui jalur yang direncanakan masuk di RW 10. Tapi info itu disampaikan para konsultan-konsultan yang mendampingi PT KAI," ungkapnya.

Terkait permasalahan itu, pihaknya juga sudah menyerahkan secara total kepada Muhammad Herviano Foundation. Pihaknya menegaskan warganya tetap akan kooperatif dengan pemerintah, sepanjang pertemuan yang sudah disepakati dalam pertemuan warga yang sudah difasilitasi DPD RI tertanggal 5 Oktober 2017 dipenuhi.

"Kami kooperatif tidak masalah kalau lahan digunakan pemerintah, tapi ada ganti layak sesuai kesepakatan pertemuan itu. Alhamdulilah akhir-akhir ini baik kurir, petugas atau orang PT KAI tidak ada masuk area Kebonharjo, itu sejak dipegang mas Vino kondisi mulai stabil," akunya.

Atas permasalahan Kebonharjo tersebut, sejumlah lembaga dan tokoh sudah turun langsung meninjau lokasinya. Di antaranya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Badan Akuntabilitas Publik DPD RI, DPR RI, Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Dr Bibit Samad Rianto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan banyak lagi.

"Permasalahan penggusuran Kebonharjo itu, sudah bukan ranah PT KAI, coba saja ke Balai Teknik Perkeretaapian (BTP)," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, singkat saat akan dikonfirmasi perkembangan penggusuran itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=QdiYPEgAoXc

https://www.youtube.com/watch?v=TbX4sFXEGt0

https://www.youtube.com/watch?v=R2lub1C98YA

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore