
Gelang penanda untuk orang dalam pemantauan terkait penularan Covid-19 yang dipakai Pemprov Kepulauan Bangka Belitung untuk memantau pergerakan warga pendatang. Anindira Kintara/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melacak pergerakan pendatang dari daerah lain menggunakan aplikasi Fight Covid-19 buatan pemuda setempat. Pendatang yang masuk ke wilayah Bangka Belitung akan diminta memasang aplikasi tersebut dan mengenakan gelang penanda.
Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung Saparudin menjelaskan, tindakan itu sudah diterapkan pada sekelompok orang yang baru datang dari Palembang ke Pulau Bangka menggunakan kapal laut. Meski pemerintah provinsi sudah membatasi operasi kapal laut hanya untuk kebutuhan logistik.
”Tim kita harus ke sana melakukan pemanduan pada mereka yang masuk untuk install (pasang) aplikasi, pasang gelang, supaya bisa terus terpantau. Kami harapkan mereka tetap ada di rumah, supaya kalau mereka carrier (pembawa virus), tetap ada di rumah selama 14 hari," kata Saparudin seperti dilansir dari Antara pada Jumat (24/4).
Saparudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sudah menyiapkan server untuk menampung data pergerakan orang-orang yang dipantau dengan aplikasi Fight Covid-19. ”Harus siapkan server karena datanya besar, history-nya (riwayatnya) harus disimpan. Kalau pada H-10 dia ada gejala, H1-H10 harus disimpan supaya bisa tracking (lacak), dan temui orangnya untuk dites,” kata Saparudin.
Pengembang aplikasi Fight Covid-19 Ahmad Alghozi menjelaskan, GPS yang ada di perangkat telepon seluler digunakan untuk mendukung kerja sistem pelacakan pendatang, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala. Aplikasi Fight Covid-19 akan meminta persetujuan pengambilan data GPS untuk memantau pergerakan orang yang hendak dipantau dan data pergerakan mereka akan disimpan dalam server yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Pendatang yang masuk ke Bangka Belitung juga diminta mengenakan gelang penanda. Menurut Alghozi, gelang penanda untuk pendatang bisa menimbulkan efek psikologis bagi orang-orang yang dipantau sehingga mereka menahan diri untuk keluar rumah dan disiplin menjalani karantina mandiri selama 14 hari setelah hari kedatangan dari luar daerah.
Selain melacak pergerakan pendatang, aplikasi Fight Covid-19 menyediakan berbagai informasi mengenai SARS-CoV-2, virus korona tipe baru yang menyebabkan pandemi Covid-19. Aplikasi itu antara lain menyediakan data kasus Covid-19 di Indonesia dan dunia, data rujukan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di tiap daerah, nomor kontak darurat, pemeriksaan Covid-19 secara mandiri, dan berbagai informasi mengenai pencegahan penularan virus korona.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=J3kwJqfNR1o
https://www.youtube.com/watch?v=gGSkI9fPe7Y
https://www.youtube.com/watch?v=5hmKS9U7yVw

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
