
Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
JawaPos.com - Kehadiran turis asal Tiongkok di Sumbar menimbulkan reaksi dari publik. Tidak sedikit masyarakat Sumbar menolak kehadiran turis asal Kota Kunming tersebut di tengah mewabahnya virus korona di Kota Wuhan, Tiongkok.
Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah menyebut, berdasar informasi yang didapat dari Pemprov Sumbar bahwasannya 174 turis asal Tiongkok yang datang di Ranah Minang, pada Minggu (26/1), mempercepat waktu kunjungannya. Semula mereka dijadwalkan berada di Sumbar selama enam hari lima malam. Namun, reaksi yang begitu besar dari publik membuat mereka harus pulang lebih awal.
"Mereka mempercepat waktu kunjungan di Sumbar," ujar Ian kepada JawaPos.com, Senin (27/1).
Terkait mekanisme pulang itu merupakan hasil koordinasi antara pihak pendamping para turis dari PT Marawa Corporate bersama Pemprov Sumbar.
Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan, keputusan itu berasal dari pihak turis bersama biro travel yang mendampinginya. "Itu permintaan mereka karena memahami situasi di Indonesia yang merespons virus korona," ujar Jasman kepada JawaPos.com, Senin (27/1).
Jasman menyebut, 174 turis asal Tiongkok itu datang ke Sumbar menggunakan pesawat carteran. Jika harus kembali di luar jadwal yang mereka susun, maka memerlukan koordinasi lagi dengan pihak maskapai penerbangan. Sebab mengurus penerbangan langsung ke Tiongkok tidak begitu mudah.
"Saya tekankan, ini permintaan mereka. Bukan kami yang menyuruh mereka pulang atau memulangkan turis tersebut," kata Jasman.
Darmawi selaku pimpinan PT Marawa Corporate Darmawi yang mendampingi turis Tiongkok asal Kota Kunming membenarkan proses pemulangan tamunya lebih awal. Dia menyebut, rombongan dari Tiongkok bersedia kembali ke negaranya. Kini sedang dalam proses pengurusan izin dan penyewaan pesawat. Sebab penerbangan langsung menuju Tiongkok tidak ada. Mereka tiba di Sumbar pada Minggu (26/1) menggunakan pesawat carter. Sementara untuk kembali ke Tiongkok belum diketahui.
"Pengurusan pesawat itu tidak gampang. Memerlukan perizinan dengan berbagai pihak," sebut Darmawi kepada JawaPos.com, Senin (27/1).
Darmawi menyebut, hingga kini kondisi turis Tiongkok yang mereka dampingi sejak Minggu (26/1) dalam kondisi sehat. Hanya saja ada sejumlah agenda kegiatan di Sumbar urung terlaksana karena mendapat penolakan dari warga Sumbar.
Lebih jauh dia menyebut, sebetulnya wisatawan dari Tiongkok ke Sumbar terdiri atas rombongan. Rombongan kedua tiba pada Jumat (31/1). Akan tetapi, rombongan kedua tersebut sudah dibatalkan.
Sebagaimana diketahui, sejumlah negara digegerkan dengan virus korona. Virus itu berasal dari Wuhan, Tiongkok. Hingga kini korban jiwa atas virus itu sudah mencapai puluhan dan terpapar mencapai ribuan.
Sejumlah negara termasuk Indonesia melakukan penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Bagi warga negara (WN) Tiongkok yang berada di Indonesia saat ini tengah diperketat pengawasannya.
Untuk di Sumbar terdapat 174 turis asal Tiongkok. Mereka tiba di Sumbar pada Minggu (26/1). Kedatangannya mendapat sambutan positif dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Rencana semula para turis itu mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Sumbar.
Di antaranya pantai di Kota Pariaman, Jam Gadang (Bukittinggi), Istano Pagaruyuang, Festival pacu jawi di Nagari Pariangan, Kecamatan Pariangan, Senin (27/1). Tidak hanya itu objek Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan pun menjadi agenda utama mereka.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
