
OHONG BESAR : Emma Bell (kiri); Tim dari Direktorat Reskrimum Polda Bali saat meminta keterangan kepada teman Emma Bell, Bryden Lan di vila Rose Canggu, Kuta Utara (Istimewa)
JawaPos.com - Sempat viral, pengakuan Emma Bell kena begal ternyata bohong besar. Pemberitaan aksi begal yang menimpa wisatawan asing asal Negeri Kanguru, Australia di Canggu Kuta Utara, Badung itu ternyata hanya akal-akalan untuk mendapatkan klaim asuransi.
Hal ini diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan, Selasa (10/12). Menurut Andi Fairan, pascaviral di medsos, pihaknya langsung mengirimkan tim untuk mengecek kebenaran informasi itu ke Mapolsek Kuta Utara.
Dari penelusuran awal di Polsek Kuta Utara, tim dari Direktorat Reskrimum Polda Bali memperoleh informasi bahwa Polsek tidak menerima adanya laporan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dengan korban Emma Bell.
Selanjutnya, usai mendatangi Polsek Kuta Utara, tim kemudian melanjutkan penelusuran ke vila tempat tinggal sementara Emma Bell di vila Rose yang beralamat di Jalan Bumbak, Gang Pulau Karimata, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.
Saat tiba di villa, petugas bertemu dengan teman Emma bernama Bryden Ian. Nah, dari keterangan Bryden Ian inilah kebohongan Emma terungkap.
Pasalnya dari keterangan Bryden, pengakuan Emma yang menyebut dirinya sempat menjadi korban begal hanyalah akal-akalan semata. Emma dikatakan tidak pernah menjadi korban begal.
"Temannya itu, (Bryden Ian) menerangkan bahwa Emma Bel tidak mengalami begal. Namun dia hanya korban lakalantas biasa. Tidak ada satupun barangnya yang hilang juga," terang Andi Fairan seperti dikutip Radar Bali.
Lantas apa tujuan Emma mengunggah informasi hoax itu? Usut punya usut, ternyata Emma Bell menyebar informasi dengan mengaku bahwa dirinya dibegal agar bisa mendapatkan klaim asuransi dari negaranya setelah dia mengalami kecelakaan.
"Adapun alasan dia membuat berita bahwa dia mengalami begal supaya dia bisa mendapatkan klaim asuransi di negaranya," tambah Fairan.
Sayang, belum juga sempat dimintai keterangan, Emma Bell telah lebih dulu kembali ke negaranya di Australia pada 7 Desember 2019 lalu bersama keluarganya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
