
FASILITAS MINIMALIS: Koleksi fosil dari binatang purba yang saat ini tersimpan rapi di Museum Patiayam Jekulo Kudus termasuk dalam museum tipe c karena fasilitasnya masih rendah. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
JawaPos.com - Pengelola Situs Patiayam harus bersabar untuk pengakuan sebagai Museum Purbalaka utama. Pasalnya, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan status Situs Patiayam sebagai museum tipe C, atau museum tipe kecil.
Lilik Ngesti, Kasi Sejarah Permuseuman dan Kepurbakalaan (Rahmuskala) Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) menyatakan, penilaian standarisasi tersebut dilakukan pada 21 Juli 2019. Sedangkan, hasilnya keluar pada 2 September lalu. Setelah menilai seluruh kelengkapan dan fasilitas yang ada, pihak Kemendikbud menyatakan Situs Patiayam masuk dalam Museum berstandar Tipe C. Artinya, Situs Patiayam masih dalam taraf museum paling kecil.
”Baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa Situs Patiayam sudah masuk dalam katalog museum seluruh Indonesia. Meskipun baru masuk standar tipe C, bagi kami ini sebuah kemajuan cukup baik. Selanjutnya kita tinggal meningkatkan fasilitas dan kelengkapan museum agar bisa naik standar tipe,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin.
Pihaknya menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum, Kemendikbud akan melakukan standarisasi museum dua tahun sekali. Itu dilakukan pada museum-museum yang telah memperoleh nomor pendaftaran nasional.
Pada standarisasi tersebut, imbuh Lilik pihak Kemendikbud berhak menaikkan standar tipe dari C menuju B atau A. Atau bisa jadi akan keluar keputusan adanya penurunan standar maupun tidak memenuhi standarisasi. Hal ini sangat bergantung dengan pengelolaan museum dalam waktu dua tahun tersebut.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Museum dan Taman Budaya, Kasman Sutiyono mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan pengelolaan intensif. Seperti mengintensifkan perawatan pada koleksi-koleksi yang ada. Selain itu, pihaknya akan berinovasi dengan membuat semacam narasi dari tiap koleksi yang ada.
”Tahun depan kami akan bikin kegiatan sosialisasi museum kepada masyarakat umum dan pelajar. Sebab, pemahaman ini penting agar pengunjung bisa memahami pengelolaan yang kami lakukan. Selain ittu, agar mereka berhati-hati saat mengeksplorasi koleksi,” imbuh Kasman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
