
Ilustrasi: anjing rabies. (pixabay)
JawaPos.com - Kasus gigitan anjing rabies yang terjadi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) terbilang tinggi. Sepanjang Januari-September 2019 ini terjadi 915 kasus. Malah gigitan anjing rabies ini menelan korban jiwa.
“Lima orang meninggal dunia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian seperti dilansir dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (10/9).
Dia pun mewanti-wanti, jika terkena gigitan anjing rabies harus segera ditanggani dengan cara mencuci luka pakai air mengalir dan pakai sabun selama 5-10 menit. “Setelah itu baru ke Puskesmas untuk vaksin antirabies,” tegasnya. Jika lambat ditangani, menurut Jones, gigitan anjing rabies bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian.
Sementara itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi mengingatkan masyarakat agar mau memvaksin hewan atau anjing peliharaanya. “Nanti dari provinsi akan ada gerakan untuk di seluruh perbatasan. Saya mohon kepada tokoh masyarakat bantu kita,” kata PH, sapaan akrab Paolus Hadi.
PH menyebut bahwa di Kabupaten Sanggau potensi hewan penular rabies sekitar 35 ribu. “Dan harus kita kontrol. Saya sudah sepakat dengan Kadisbunak, nanti kita akan kerja gotong-royong. Kita membuat suatu gerakan yang nantinya akan kita diskusikan secara detail karena kalau tidak, tetap penyakit itu tak bisa kita hindari,” tegasnya.
Persoalan tersebut, lanjut PH, harus diselesaikan. Harus beri pemahaman, sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi banyak beda pendapat di masyarakat soal penanganan anjing rabies tersebut. “Kalau anjing disuntik mati katanya, lalu loyo lemah, dan mati. Itu harus kita jelaskan mengapa begitu, tapi ada yang tidak,” tegasnya.
PH menambahkan, jika anjing yang tekena rabies, begitu disuntik maka akan mati. Begitu juga kita jika terkena gigitanya dan tidak langsung ditanggani 1×24 jam maka berakibat fatal.
“Jadi mohonlah kita bersama untuk ini. Dan tentunya nanti kita akan buat gerakan untuk itu. Saya mau menargetkan lima tahun masa pemerintahan ini Sanggau harus bebas rabies. Karena yang di zona merah menurut data di Kalbar seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Pontianak. Yang lain zona merah untuk rabies,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
