
Macan berkepala plastik (TIMES OF INDIA)
JawaPos.com -Tela-teki kematian Macan Tutul Lawu akhirnya terjawab. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surakarta telah mendapatkan hasil otopsi macan tutul Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta yang mati 25 Juli lalu. Dari hasil uji lab, macan betina yang dievakuasi dari permukiman kawasan lereng Gunung Lawu itu terkena kanker paru-paru yang sudah menahun.
"Otopsi dilakukan Balai Besar Veteriner Wates pada hati, ginjal, paru, dan kotoran macan. Diketahui terjadi pembengkakan karena radang di beberapa bagian dan mengidap kanker paru-paru," jelas Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Jateng Titi Sudaryan, seperti dikutip Jawa Pos Radar Solo, Minggu (8/9).
Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso juga telah menerima tembusan terkait matinya macan tutul tersebut. "Bisa disimpulkan macan tutul Gunung Lawu mati karena penyakit komplikasi yang dideritanya," jelasnya.
Menurut Bimo, TSTJ sudah maksimal dalam merawat raja hutan tersebut sesuai standard Operational procedure (SOP). BKSDA juga sudah menindak lanjuti persoalan ini dengan melakukan otopsi.
Sekadar informasi, macan tutul itu diamankan petugas BKSDA Jawa Tengah pada akhir 2018 karena telah memangsa hewan ternak warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Setelah berhasil ditangkap, hewan karnivora itu langsung dititipkan di TSTJ untuk karantina.
Kematian macan tutul sempat memicu komentar miring masyarakat yang menyayangkan tidak cepat melepas liarkan kembali. Menanggapi hal tersebut, Titi kala itu menegaskan, macan tutul tersebut telah memangsa 26 kambing milik warga di lereng Gunung Lawu. Jika dikembalikan ke lokasi semula, hampir bisa dipastikan kembali turun gunung cari mangsa ternak dan berpotensi mengganggu warga.
“Kami tegaskan di sini alasan BKSDA Jateng tidak melepas macan tutul ke alam bebas pertimbannganya adalah keamanan warga. Kalau dilepas di daerah lain, macan tutul ini juga berbeda sub spesies, sehingga ditangkar di lembaga konservasipun tidak menyalahi aturan,” saat itu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
