
BERTAHAN: Beberapa pedagang masih tetap berjualan di depan KBS. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tiga wilayah akan menjadi target utama dalam operasi yustisi setelah libur panjang Lebaran. Yakni, Surabaya bagian utara, barat, dan timur. Sebab, kawasan itu ditengarai diserbu banyak pendatang dari luar kota yang ingin mengadu nasib.
Mereka diperbolehkan datang ke Surabaya asalkan sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Namun, mereka yang masih ingin mempertaruhkan keberuntungan untuk mendapatkan penghidupan di Surabaya akan dispulangkan ke daerah asal.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan ultimatum tersebut kepada para pendatang. Sebab, para pendatang yang tak memiliki pekerjaan jelas serta tempat tinggal itu dikhawatirkan menjadi beban Surabaya. Bahkan, mereka berpotensi melakukan tindak kriminal.
"Yang paling sederhana, mereka menjadi pedagang kaki lima tapi berjualan di tempat yang dilarang perda. Misalnya, di trotoar. Ada yang seperti itu sampai kami pulangkan ke daerah asal melalui liponsos," ujarnya kemarin (9/6).
Tahun lalu ada temuan di Kecamatan Tandes. Orang-orang dari luar kota sengaja didatangkan untuk menjadi pengemis. Mereka pun ketahuan dan dipulangkan ke daerah asal.
Operasi yustisi itu akan serentak dilakukan di Surabaya mulai pekan ini. Setiap kecamatan dan kelurahan akan terlibat aktif untuk operasi tersebut. Dalam operasi itu, turut dilibatkan pula dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) dan dinas sosial.
Sementara itu, Satpol PP Kota Surabaya menambah anggota di tiga wilayah tersebut. Untuk wilayah barat, ada Kecamatan Benowo, Tandes, dan Pakal. Di utara, terdapat kecamatan Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan.
Untuk wilayah Surabaya Timur, yang menjadi atensi adalah Kecamatan Tambaksari, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar. Wilayah tersebut ditengarai menjadi destinasi atau serbuan pendatang. "Sebab, banyak pabrik dan tempat tinggal karyawan atau buruh," jelasnya.
Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal para pendatang itu juga disisir. Bukan hanya kos-kosan, melainkan juga bantaran sungai hingga bawah jembatan. "Juga di jalur-jalur seperti pinggir rel kereta api," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan bahwa pihaknya terlibat operasi yustisi tersebut untuk pendataan. Dia menyebutkan, akan ada koordinasi lanjutan dengan satpol PP, bakesbang, camat, dan lurah untuk operasi yustisi tersebut. "Direncanakan H+7 operasi yustisi dilaksanakan. Semoga sesuai rencana," katanya kemarin.
Agus juga mengungkapkan, mulai hari ini (10/6), pelayanan publik di Surabaya kembali normal seperti biasa. Termasuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). "Langsung aktif besok," jelasnya.
Jam pelayanan pun diberlakukan normal, tidak seperti saat puasa. Pelayanan di dinas tersebut dimulai pukul 07.30 sampai 21.00. Saat Ramadan, pelayanan memang hanya sampai pukul 17.00. Semua jenis pelayanan publik di dinas tersebut juga akan kembali normal. "Semuanya (jenis pelayanan), mosok dicicil," ungkapnya, lantas tersenyum.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
