
USIR BAU: Petugas DKRTH Mariono membersihkan bagian dalam dan luar toilet portabel di area KBS, Minggu (19/5). (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kebijakan pemkot untuk menyediakan toilet portabel di lokasi keramaian atau tempat umum tidak sepenuhnya menuai respons positif dari warga. Banyak keluhan terhadap kondisi toilet portabel itu. Kondisi toilet-toilet tersebut memprihatinkan. Selain mengeluarkan aroma tidak sedap, beberapa fasilitas di dalam toilet tidak bisa digunakan alias rusak.
Jawa Pos memantau empat lokasi yang memiliki fasilitas toilet portabel itu kemarin. Di Taman Bungkul misalnya, toilet portabel diletakkan di sisi selatan taman, dekat dengan area parkir.
Saat masuk ke toilet, bau pesing langsung tercium. Tidak hanya itu, di tempat cuci tangan di toilet tersebut banyak sampah botol air mineral dan tisu. Air juga tidak keluar dari keran.
Kondisi yang sama terlihat di dalam toilet portabel di Jalan Urip Sumoharjo. Bahkan di lokasi itu, selain air menipis, fasilitas keran raib. Tisu juga kosong. Hal itu juga terjadi di toilet portabel di Jalan Taman Apsari.
Sementara itu, suasana sedikit berbeda di Jalan Taman Prestasi. Di lokasi tersebut ada dua toilet yang dipasang bergandengan. Fasilitas toilet biru itu lebih komplet daripada tiga lokasi sebelumnya. Toilet yang terpasang di Taman Apsari juga lebih luas.
Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Agus Hebi D.J. mengungkapkan, saat ini masyarakat belum terbiasa menggunakan toilet tersebut. Sebab, yang dipakai sistem toilet kering yang tidak umum digunakan.
Toilet portabel di Surabaya tidak tersambung dengan sumber air seperti PDAM. Jika kekurangan air, tidak bisa langsung diisi ulang. Jadi jika ada yang mengeluh soal kekurangan air, itu wajar. Sebab, kapasitas air yang tersimpan di setiap tandon toilet sangat terbatas. Untuk itu, di setiap toilet disediakan tisu untuk pembersih.
Namun, tisu-tisu itu ternyata tidak digunakan sebagaimana fungsinya. Misalnya, setiap kali dipasang oleh petugas, tidak sampai 10 menit tisu sudah habis tak tersisa. "Inilah yang membuat kami heran," ucapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
