Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2019 | 02.27 WIB

Toilet Portabel di Surabaya Bau dan Kurang Air

USIR BAU: Petugas DKRTH Mariono membersihkan bagian dalam dan luar toilet portabel di area KBS, Minggu (19/5). (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

USIR BAU: Petugas DKRTH Mariono membersihkan bagian dalam dan luar toilet portabel di area KBS, Minggu (19/5). (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kebijakan pemkot untuk menyediakan toilet portabel di lokasi keramaian atau tempat umum tidak sepenuhnya menuai respons positif dari warga. Banyak keluhan terhadap kondisi toilet portabel itu. Kondisi toilet-toilet tersebut memprihatinkan. Selain mengeluarkan aroma tidak sedap, beberapa fasilitas di dalam toilet tidak bisa digunakan alias rusak.

Jawa Pos memantau empat lokasi yang memiliki fasilitas toilet portabel itu kemarin. Di Taman Bungkul misalnya, toilet portabel diletakkan di sisi selatan taman, dekat dengan area parkir.

Saat masuk ke toilet, bau pesing langsung tercium. Tidak hanya itu, di tempat cuci tangan di toilet tersebut banyak sampah botol air mineral dan tisu. Air juga tidak keluar dari keran.

Kondisi yang sama terlihat di dalam toilet portabel di Jalan Urip Sumoharjo. Bahkan di lokasi itu, selain air menipis, fasilitas keran raib. Tisu juga kosong. Hal itu juga terjadi di toilet portabel di Jalan Taman Apsari.

Sementara itu, suasana sedikit berbeda di Jalan Taman Prestasi. Di lokasi tersebut ada dua toilet yang dipasang bergandengan. Fasilitas toilet biru itu lebih komplet daripada tiga lokasi sebelumnya. Toilet yang terpasang di Taman Apsari juga lebih luas.

Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Agus Hebi D.J. mengungkapkan, saat ini masyarakat belum terbiasa menggunakan toilet tersebut. Sebab, yang dipakai sistem toilet kering yang tidak umum digunakan.

Toilet portabel di Surabaya tidak tersambung dengan sumber air seperti PDAM. Jika kekurangan air, tidak bisa langsung diisi ulang. Jadi jika ada yang mengeluh soal kekurangan air, itu wajar. Sebab, kapasitas air yang tersimpan di setiap tandon toilet sangat terbatas. Untuk itu, di setiap toilet disediakan tisu untuk pembersih.

Namun, tisu-tisu itu ternyata tidak digunakan sebagaimana fungsinya. Misalnya, setiap kali dipasang oleh petugas, tidak sampai 10 menit tisu sudah habis tak tersisa. "Inilah yang membuat kami heran," ucapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore