Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 April 2019 | 00.54 WIB

Setiap Tahun Terulang, Limbah Minyak di Perairan Kepri Belum Bisa Diatasi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Awal April 2019, perairan Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam, dicemari limbah minyak hitam. Tumpukan minyak mengotori sejumlah kawasan pantai, khsusnya di Kecamatan Nongsa, Batam. Kawasan pariwisata tersebut langsung merasakan dampaknya.

Limbah yang sudah sampai ke kawasan resort ini telah membuat kenyamanan wisatawan terganggu. Begitu juga dengan nelayan. Mereka tidak lagi bisa optimal mengais rezeki.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Surya Makmur menjelaskan, kondisi pencemaran ini menjadi keprihatinan tersendiri. Kondisi yang setiap tahunnya mengganggu kenyamanan masyarakat yang penyelesaiannya tak kunjung ada.

Padahal, semua pihak terkait baik itu tingkat daerah maupun di tingkat pusat sudah mengetahui masalah yang dihadapi. Hanya saja, sampai saat ini persoalan pencemaran limbah minyak hitam ini masih menghantui masyarakat.

"Saban tahun masyarakat Kepri menerim limbah ini, padahal semua pihak sudah tahu, ada apa ini," kata Surya ketika dihubungi pada Kamis (11/4).

Surya melanjutkan, dalam pertemuan di kantor Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman beberapa waktu lalu, masalah limbah yang menghantui wilayah Kepri sudah disampaikan. Dari pertemuan tersebut, koordinasi dengan instansi terkait bahkan sudah mendapati pola dari sebaran limbah ini.

Hanya saja, Surya mengharapkan ada tindakan tegas atas pelaku yang melakukan pembuangan limbah ini. "Kita tidak bisa hanya berkumpul, harusnya pemerintah bisa menangkap, sehingga ada efek jera," tutur Surya lagi.

Masalah ini, lanjut Surya lagi, tidak bisa ditangani oleh Kepri saja. Karena memang bersumber dari daerah perbatasan yang berkaitan dengan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Untuk itu, Surya meminta kerja sama tiga negara antara Indonesia Malaysia dan Singapura yang sebelumnya pernah dilakukan, diaktifkan kembali, sehingga penanganan masalah ini bisa sama-sama sama dijalani.

Malaysia dan Singapura, sejatinya sangat concern atas persoalan limbah ini. Hanya saja, karena memang mereka tidak terdampak, sehingga kedua negara ini cenderung santai ketika limpahan minyak hitam ini menghantam perairan Kepri.

"Masukan kita, patroli bersama diaktifkan lagi. Dengan semangat menjaga laut kita dari pencemaran, Singapura dan Malaysia berkomitmen soal ini," kata Surya lagi.

Lebih jauh, Surya mengatakan, persoalan limbah ini telah mengganggu stabilitas ekonomi Kepri, khusunya pada sektor pariwisata yang memang mengandalkan keindahan wilayah lautnya.

Dalam kunjungannya ke kawasan pariwisata Lagoi di Kabupaten Bintan, Surya mengaku mendapati adanya gangguan yang cukup mengkhawatirkan akibat kotornya laut.

Wisatawan mancanegara (Wisman) yang ada di kawasan tersebut takut untuk berenang, bahkan ada beberapa wisman yang memilih untuk tidak jadi berlibur ke kawasan tersebut.

Surya melanjutkan, persoalan limbah ini memang menjadi tugas yang bersama yang harus segera di selesaikan. Apalagi kesiapan lembaga terkait dalam beberapa pertemuan sebelumnya sudah menunjukan hal tersebut. Pemerintah juga sudah mengetahui alur dan kecenderungan kasus pembuangan limbah ini.

"Dari pihak terkait keamanan laut, lembaga yang meneliti limbah, yang mendeteksi soal limbah ini, juga sudah terlibat dalam koordinasi itu. Follow up nya seperti apa, karena ini masalah bukan hanya kepri, ini masalah Indonesia," kata Surya lagi.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore