Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 April 2019 | 02.35 WIB

Singapura Dijadikan Tourism Hub untuk Indonesia

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) Arief Yahya saat berada di Batam, Rabu (10/4).  (Bobi Bani/JawaPos.com) - Image

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) Arief Yahya saat berada di Batam, Rabu (10/4). (Bobi Bani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) terus mendorong kinerja Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapura. Negara tentangga itu, dijadikan sebagai tourism hub untuk pencapaian target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019. Melalui VITO, diharapkan promosi pariwisata Indonesia dapat diterima di pasar internasional.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengatakan, kolaborasi perlun diperkuat agar mendapatkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Maka dari itu, VITO dianggap akan memberikan kontribusi untuk menjaring potensial market dari toursim hub, wisatawan milenial dan MICE.

“Antar VITO bisa berkolaborasi. Seperti VITO China menjual paket wisata dan menjadikan Singapura sebagai hub countries sebelum mereka singgah ke Batam,” kata Arief Yahya saat hadiri VITO Annual Meeting di Radisson Hotel, Batam, Kepuluan Riau (Kepri), Rabu (10/4).

Kemenpar lanjutnya, menargetkan VITO Singapura menyumbang empat juta wisman dari strategi tourism hub ini. Dimana target itu terbagi dalam dua kategori. Dua juta wisman dari wisatawan Singapura dan expatriat di sana, dua juta sisanya berasal wisman dari berbagai negara yang ada di Singapura.

Toursim hub sendiri, memiliki porsi 30 persen dari wisatawan asal ASEAN; Australia; dan Oceania Countries. Sementara 70 persennya berasal dari China, India, Korea, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa.

Lebih jauh, Menpar melanjutkan, sejak didirikan pada 2015 lalu, VITO yang telah ada di 33 negara di berbagai benua ini terus dievaluasi. Mereka diharapkan memberikan kontribusi maksimal untuk menghadirkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan wisman yang ada di negara dimana mereka berada.

"Kita ingin selalu ada peningkatan, sehingga kita evaluasi terus. Mereka kita nilai, jika tidak memenuhi standar yang kita tentukan maka akan kita ganti,"pungkasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore