
ILUSTRASI: Jumlah Angka Kematian Ibu di Jateng pada tahun 2013 mencapai 613 kasus.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus menurun kian tahunnya. Per tahun 2018, jumlah AKI tinggal 421 kasus dan AKB menjadi 4.481 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, jumlah AKI di Jateng pada tahun 2013 mencapai 613 kasus. Sementara untuk AKB per tahun 2016 lalu adalah sebesar 5.485 kasus.
"Terjadi penurunan cukup signifikan dari AKI dan AKB di Jateng sejak tahun 2013 lalu. Hal ini tidak terlepas dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng," kata Yulianto, Senin (25/3).
Di saat bersamaan, angka harapan hidup warga Jateng, kata Yulianto, turut mengalami perbaikan. Per tahun 2013 lalu, angka harapan hidup masyarakat Jateng adalah 72,6 tahun. Dan dua tahun setelahnya menjadi 74,08 tahun. "Ini akan terus kami tingkatkan agar semua program kesehatan yang dicanangkan baik di tingkat nasional maupun daerah dapat terwujud," tegasnya.
Sedangkan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menegaskan, bahwa bukan penurunan angka kematian ibu dan anak yang menjadi fokus pihaknya. Masih ada Pekerjaan Rumah (PR) berupa penekanan angka stunting dan penyakit tidak menular lainnya.
"Dengan capaian ini, maka saya optimistis target Sustainable Development Goals (SGDs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang dicanangkan tahun 2030 akan tercapai, yakni di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup," ujarnya.
Hal lain yang ditekankannya, adalah betapa vitalnya melakukan investasi kesehatan sejak dini. Melalui pengubahan kebijakan kesehatan yang lebih mengedepankan sektor hulu.
"Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah orang sakit, misalnya cuci tangan sebelum makan, olahraga teratur, makan buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya. Ke depan langkah-langkah pencegahan inilah yang harus terus dilakukan," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
