
ILUSTRASI bisnis esek-esek. Prostitusi online di Tarakan diduga melibatkan oknum mahasiswi salah satu perguruan tinggi. Tarif kencannya dibanderol Rp 1,75 juta.
JawaPos.com – Heboh pengungkapan kasus prostitusi online di kalangan artis, bukannya dijadikan pelajaran bagi para pelaku bisnis haram tersebut. Malah baru-baru ini, jajaran Polda Kaltara, Kalimantan Utara, berhasil mengungkap bisnis syahwat yang melibatkan oknum mahasiswi di Tarakan.
Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menuturkan, praktik prostitusi online berhasil diungkap pihaknya di salah satu hotel yang ada di Kota Tarakan pada Sabtu (23/2), sekitar pukul 23.40 Wita. Polisi yang langsung melakukan pengembangan, baru merilis pengungkapan kasus tersebut kepada awak media, Jumat (1/3).
Ia menjelaskan, dalam kasus ini, polisi mengamankan ND, oknum mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Tarakan yang menjadi penjaja kenikmatan, beserta muncikarinya DP. Untuk sekali kencan, muncikari mematok tarif Rp 1,75 juta yang harus ditebus pria hidung belang.
Keduanya diamankan saat hendak melakukan transaksi di salah satu hotel tersebut dengan seorang pria pencari kenikmatan. Helmi menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi yang diterima pihaknya. Kemudian dilakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkapnya.
"Prostitusi online ini melalui media sosial seperti WhatsApp dan Line," ungkapnya dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Sabtu (2/3).
Ia menjelaskan, muncikari yang menawarkan 'ayam-ayam kampusnya' akan mendapat imbalan cukup besar dari jasanya mencarikan pelanggan. Sehingga setelah kesepakatan harga dan tempat telah ditentukan, sang muncikari akan mengantarkan ayamnya kepada calon pelanggannya.
"Seperti itu modus operandinya. DP ini kami amankan saat bertransaksi. Dalam kasus ini, DP mendapat imbalan Rp 750 ribu, sementara Rp 1 juta untuk mahasiswinya," jelas Helmi.
Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, di antaranya sejumlah uang tunai, baju dan bra yang digunakan pelaku.
Dari hasil pemeriksaan, DP mengaku sudah cukup lama menjalankan bisnisnya. Bahkan bukan cuma satu wanita saja yang jadi 'peliharaannya'.
"Banyaknya belum kami ketahui karena masih dalam pengembangan. Untuk mahasiswi berinisial ND ini, masih mahasiswi aktif," katanya.
Helmi menambahkan, dari keterangan muncikari, ND-lah yang minta dicarikan pelanggan. Namun, polisi masih melakukan pengembangan.
"Apakah dari kalangan mahasiswi saja, atau juga melibatkan pelajar yang masuk jaringan prostitusi online si muncikari," bebernya.
Sementara untuk para pengguna jasa kenikmatannya, rata-rata pria yang telah berumur. Selama proses pemeriksaan, kedua pelaku dinilai kooperatif.
Sehingga pihaknya tidak melakukan penahanan selama proses pemeriksaan. Kedua pelaku masih dikenakan wajib lapor.
"Pertimbangan penyidik belum perlu dilakukan penahanan," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
