
Ko Tang jadi tempat cukur legendaris di kawasan Glodok
JawaPos.com - Saat Hari Raya Imlek, semua umat Tionghoa berbondong-bondong akan beribadah ke Vihara maupun Klenteng. Namun, untuk menyiapkan hal tersebut tentunya mereka perlu berpenampilan rapih dan menarik.
Bukan hal asing, apabila melintasi Gang Gloria di kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat akan ada tempat cukur legendaris bernama Ko Tang. Tempat cukur ini sudah sangat dikenal sejak tahun 1936.
Ketika JawaPos.com singgah, pemandangan yang tidak asing saat membuka pintu adalah jejeran bingkai foto pejabat yang sudah merasakan sensasi mencukur di Ko Tang. Mulai dari Presiden Joko Widodo sampai anggota DPR.
"Ya pejabat tuh datang sendiri bukan kami yang datangkan, ya awalnya dari kopi Tak Kie sebelah di situ saja. Kami nggak pernah promosi mulai dari Presiden Jokowi langsung kemari semua, tapi pas masih jadi Wali Kota Solo, lalu semua ikut-ikutan," ungkap salah satu pekerja, Yeye, 49, saat ditemui toko.
Ko Tang sendiri memiliki arti high class, yang diartikan toko ini telah menjadi primadona pada jamannya. Toko Cukur Ko Tang saat ini di pegang oleh generasi ketiga Kim Tian.
Ada beberapa hal yang membuat toko cukur ini unik dan menarik bagi pengunjung. Yaitu, seni dalam mengeluarkan kotoran kuping dan ternyata hal itu membutuhkan sekolah. Layanan ini pun jarang ditemukan di temat cukur lainnya.
Tidak hanya itu, Yeye pun menyampaikan bahwa pencucian atau pembilasan kepala di Ko Tang berbeda dengan yang lain, yaitu memakai wastafel. Dengan tujuan, jika kepala pelanggan ditundukkan ke depan seluruh wajah pun ikut dibersihkan.
"Yang lain bersihkan kepala ke belakang, khas kami kalau cuci muka jadinya semua dicuci segar jadinya," tutur Yeye.
Yeye pun tidak menyangka bahwa Ko Tang masih bisa berdiri hingga kini, sebab pesaing mereka tentunya barbershop dan salon ternama. Namun, ia menjelaskan bahwa dengan ciri khas membersihkan kuping, mereka masih bertahan walau tidak seramai pada era 2000-an.
Yeye pun menjelaskan dulu ada 9 kursi pelanggan dan tukang cukurnya namun dimakan jaman para pencukur satu-satu meninggal. Sehingga, saat ini tinggal 3 pencukur yang masih aktif memegang kepala pelanggan.
"Dari 9 bangku tinggal 3 bangku, yang lainnya sudah pada meninggal, tinggal dua yang lama dan satu baru. Kami nggak ada model sistem kami rapih, kecuali tamu bilang mau model gini gitu baru dibikinin," jelas Yeye.
Yeye dan para pencukur hanya berharap di tahun Babi Tanah seluruh usahanya bisa bertahan setidaknya hingga para pencukur tidak dapat mencukur lagi. Ia pun berharap agar para pelanggan dapat terus puas atas pelayanan Ko Tang.
Jika penasaran mencoba sensasi mencukur di Ko Tang, silahkan datang karena toko ini buka setiap hari pukul 07.00-16.00 WIB. Untuk harga, untuk paket hanya dikenakan Rp 90 ribu sudah mendapatkan cukur, bersihkan telinga dan muka serta cuci rambut. Jika hanya ingin cukur rambut akan dikenakan Rp 50 ribu, korek kuping Rp 35 ribu, cukur muka Rp 35 ribu dan cuci rambut Rp 25 ribu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
