Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Januari 2019 | 07.40 WIB

Pengusaha Keripik yang Tengkoraknya Hancur Itu Dipacul Teman Prianya

LINGKAR MERAH. AP, pelaku pembunuhan pengusaha keripik di Mempawah didampingi KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad saat menjalani pemeriksaan di Subdit 3, Ditreskrimum Polda Kalbar, Selasa siang (29/1) - Image

LINGKAR MERAH. AP, pelaku pembunuhan pengusaha keripik di Mempawah didampingi KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad saat menjalani pemeriksaan di Subdit 3, Ditreskrimum Polda Kalbar, Selasa siang (29/1)

JawaPos.com - Kepolisian bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan Aryanto yang tewas dalam kamarnya di Jalan Gusti Asmaun, Dusun Pinang Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat pada Senin sore (28/1). Selang beberapa jam usai jasad pengusaha keripik itu ditemukan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar dan personel Polres Mempawah membekuk AP.


AP ditangkap di sebuah salon di Jalan Adi Sucipto Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (29/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Bersamaan dengan pria 17 tahun tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti milik korban. Selanjutnya warga Sungai Raya beserta barang bukti digiring ke Mapolda Kalbar.


Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Fauzan Sukmawansyah menuturkan, AP memang sudah kenal dekat dengan korban yang berstatus duda itu. Sebelum kejadian, korban dan AP melakukan hubungan seks sesama jenis, pada Minggu malam (27/1). AP menyanggupi melayani seks menyimpang korban lantaran dijanjikan uang.


Puas hasratnya terlayani, korban tak menempati janjinya. Bukannya memberikan uang, korban malah tidur. Lantaran kesal, pelaku pun nekat menghabisi nyawa Aryanto.


Aryanto dipukul menggunakan bagian belakang mata cangkul saat sedang tidur. Hantaman tersebut tepat mendarat di kepala korban.


"Itu alasan dia (AP) karena nggak dikasih, tapi masih saya dalami," ujar Fauzan dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (30/1).


Fauzan menuturkan, AP berkerja berstatus sebagai karyawan korban. Pelaku dan korban sering melakukan hubungan sesama jenis tersebut. "Dia (AP) bilang sering melakukan itu dengan korban," ucapnya.


Setelah melakukan pembunuhan, AP menuju ke Pontianak menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox KB 5421 WB warna putih abu-abu milik korban. Oleh pelaku, kemudian nomor plat motor dilepaskan.


Pelaku juga melarikan barang-barang milik korban berupa dua unit handphone, dompet warna hitam, uang Rp 200.000, tas punggung warna hijau, kunci rumah korban. Pelaku juga membawa baju dan celananya yang masih ada bercak darah.


"Setelah kejadian itu, dia melarikan diri ke salon itu," ujar Fauzan.


Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Alik R Rosyad menuturkan, AP telah mengakui perbuatannya. AP pelaku tunggal, tidak ada yang lainnya.


Pelaku berstatus pelajar Kelas 3 SMA swasta di Kubu Raya kenal dengan Aryanto sejak Kelas 2 SMP. "Ternyata sejak kelas 2 SMP itu, dia (AP) pernah dicabuli,oleh Aryanto," kata Alik kepada wartawan yang mendampingi AP menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar.


AP lantas ditawari via Facebook berkerja di usaha milik Aryanto. Lantaran korban banyak menerima orderan mendekati Imlek, AP mendapat upah Rp 15.000 per kilogram keripik.


Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore