
POSTINGAN. Akun Facebook Tony Hardiyan yang mengunggah foto tiga pegawai RSUD Ade M Djoen Sintang mengenakan ikat kepala #2019GantiPresiden seraya mengacungkan simbol dua jari.
JawaPos.com - Sebuah posting-an di media sosial diduga tiga orang pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang melakukan pelanggaran pemilu. Mengenakan seragam rumah sakit, ketiganya pakai ikat kepala #2019GantiPresiden seraya mengacungkan simbol dua jari.
Foto-foto tersebut diketahui dari posting-an akun Facebook Tony Hardiyan. Unggahannya disisipi caption agar ketiganya diberi sanksi. Sontak posting-annya tersebut viral.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sintang, Ahmad Shabirin saat dikonfirmasi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) mengatakan, telah mengetahui foto-foto tersebut pada Senin (28/1) malam. Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung melakukan investigasi.
"Tentunya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada diregulasi," ujarnya, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (30/1).
Pihaknya telah menyurati salah satu oknum yang berada di dalam foto tersebut untuk dimintai keterangan lebih jauh, Rabu (30/1). Keterangan bersangkutan diperlukan sebagai upaya untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Dari pernyataan oknum tersebut nantilah bisa dikembangkan lagi. "Untuk sekarang satu oknum dulu yang kami panggil," jelasnya.
Apakah tiga orang tersebut berstatus ASN atau honorer? Shabirin belum bisa memberitahukannya. Karena pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data dan fakta.
"Kami belum bisa memutuskan apa-apa, sekarang masih tahapan data dan fakta," ujarnya.
Jika terbukti bersalah, apa sanksi yang akan dijatuhkan? Dia mengatakan, sesuai di persidangan nanti, bisa sanksi dari Komisi ASN atau mengarah lainnya.
"Itupun kalau nanti sampai ke persidangan," ucap Shabirin.
Sementata Bupati Sintang, Jarot Winarno saat dikonfirmasi melalaui pesan singkat WhatsApp, hanya memberikan jawaban singkat dan mengirimkan foto surat panggilan terhadap oknum bersangkutan oleh Bawaslu.
"Kita tunggu teman-teman Bawaslu bekerja ya," singkat Jarot.
Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) juga berupaya melakukan konfirmasi ke Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trivina. Namun, ketika dilayangkan pesan singkat WhatsApp maupun panggilan langsung, tak mendapat tanggapan.
"Saya lagi di perjalanan ke Pontianak," jawab Rosa.
Anggota DPRD Sintang, Tuah Mangasi mengatakan, jika benar apa yang dilakukan ketiga oknum pegawai rumah sakit itu, sungguh sangat disayangkan. Karena jelas-jelas telah melanggar sumpah jabatan dan kode etik sebagai petugas kesehatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
