Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Januari 2019 | 02.08 WIB

Demi Kemanusiaan, Mereka Turut Mengamankan Cangar, Jalur nan Ekstrem

RAWAN KECELAKAAN: Tikungan Gotekan di Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu jalur ekstrem jalan alternatif Pacet-Cangar, Batu, Jatim. (Istimewa) - Image

RAWAN KECELAKAAN: Tikungan Gotekan di Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu jalur ekstrem jalan alternatif Pacet-Cangar, Batu, Jatim. (Istimewa)

JawaPos.com - Para relawan dari berbagai komunitas bahu-membahu menekan angka kecelakaan di jalur yang menghubungkan Pacet dengan Batu, Jawa Timur. Berkali-kali dikira penjahat karena mencegat mobil saat malam.


---


MALAM, gelap, di tengah hutan lagi. Tak mengherankan kalau pengemudi itu tampak kaget ketika seorang pria yang berdiri di tepi jalan dan membawa senter memintanya berhenti.


Mobil yang melaju di jalur ekstrem Cangar, dari arah Batu menuju Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, itu memang akhirnya menepi. "Tapi, pas buka kaca, kelihatan si sopir agak takut. Mungkin dikira saya penjahat hehehe," kata Nuruddiyan Kholiq, si pria yang membawa senter itu.


Padahal, Dian hanya bermaksud memberitahukan bahwa mobil tersebut mengeluarkan asap. Artinya, mesinnya kepanasan karena rem blong. Dan, itu jelas berbahaya. "Saya memintanya untuk berhenti dulu," kata Dian.


Kejadian pada 2016 itu hanya berselang setahun sejak Dian dan kawan-kawannya dari berbagai komunitas di Mojokerto menjadi relawan di kawasan Cangar. Membantu memperingatkan para pengemudi agar berhati-hati di sana. Turut mengatur lalu lintas saat sedang padat. Dan, memasang tumpukan sekam di tikungan tajam.


Cangar menghubungkan dua kawasan wisata terkenal, Pacet dan Batu. Membelah hutan di lereng Gunung Welirang. Dari Mojokerto atau Surabaya, lewat kawasan itu bisa mempersingkat waktu menuju Batu atau Malang yang dikenal kerap macet. Terutama di saat-saat liburan.


Itu masih ditambah bonus: pemandangan elok di sepanjang jalur. Banyak yang instagrammable. Beberapa lokasi wisata air terjun tersebar di sepanjang jalur. Ditambah pemandian air panas.


Tapi, jalurnya sangat ekstrem. Mungkin paling ekstrem di Jawa Timur. Jawa Pos sempat menelusurinya pada Kamis (17/1). Berkendara dari Pacet hingga pemandian air panas di perbatasan dengan Batu.


Setidaknya ada empat tikungan S. Selain tanjakannya tajam, juga langsung berbelok. Apalagi, badan jalannya tergolong tidak lebar. Tikungan Gotekan dan AMD bisa dibilang yang paling berbahaya.


Tak mengherankan kalau jalur itu termasuk rawan kecelakaan. Data yang dirilis Polres Mojokerto akhir tahun lalu, ada delapan kejadian menonjol sepanjang 2018. Dengan perincian, 5 korban meninggal dunia, 3 luka berat, dan 13 lainnya luka ringan. Tapi, di luar yang tercatat, terutama saat liburan, bisa sampai 4 hingga 5 kejadian.


Kondisi itulah yang mendorong para relawan untuk bergerak. Sejauh ini jumlahnya mencapai 130 orang. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Juga, tergabung di beragam komunitas.


Ada sembilan organisasi yang tergabung di dalamnya. Selain Komunitas Welirang, tempat Dian berasal, ada Semar, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), ISM, TSA, PPNI, Tagana, dan PMI.


"Kami melakukan apa yang bisa kami bantu untuk mencegah angka kecelakaan itu. Salah satunya membuat tumpukan sekam di laju Gotekan," ucapnya.


Sekam itu untuk area penyelamatan. Dimasukkan di karung-karung yang ditumpuk seperti benteng. Apabila motor yang remnya blong menabrak sekam, minimal pengendara tidak terlempar jauh. "Nah, sekam itu untuk nyegat orang masuk jurang. Meski pasti ada luka di sekujur tubuh karena kondisi dari atas cepat," ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore