
Hutan Pulau Taraju di kawasan objek wisata Teluk Mandeh, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar.
JawaPos.com - Jajaran Polres Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mulai melakukan penyelidikan penyebab kebakaran hutan di kawasan objek wisata Teluk Mandeh, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan.
Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Fery Herlambang mengaku, baru mendapat laporan kebakaran Rabu (2/1) pagi. Setelah itu, pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran.
"Baru tau pagi. Kami sudah turunkan tim ke sana untuk kumpulkan keterangan," kata AKBP Fery Herlambang saat dikonfirmasi, Rabu (2/1) malam.
Fery menyebutkan, anggotanya sampai di kawasan pulau Taraju sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, sampai di lokasi, tidak satu pun orang yang dijumpai di pulau tersebut. Lantas, petugas meminta informasi dari ketua pemuda yang berada tak jauh dari lokasi.
AKBP Fery mengungkapkan, berdasarkan informasi dari ketua pemuda itu, kebakaran ini sudah terjadi sejak sekitar tiga hari lalu. Sedangkan yang terbakar hanya sebagaian pulau atau sekitar setengah hektare lahan.
"Api tidak sampai ke hutan mangrove. Lokasi itu (terbakar) sudah ada pemiliknya. Kami belum bisa menyimpulkan maksud dan motif kebakaran itu," katanya.
Selanjutnya, pihaknya akan mendalami keterangan dari orang-orang yang terkait dengan pulau tersebut. Serta akan dilakukan olah TKP untuk mengusut kejadian tersebut.
"Sementara yang melihat kejadian tidak ada. Jika mengarah ke pidana, kami akan proses secara hukum sesuai tupoksi kami," tutupnya.
Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni meradang atas laporan kebakaran hutan di Pulau Taraju, kawasan objek wisata Teluk Mandeh, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Hendrajoni menduga, hutan tersebut sengaja dibakar orang tidak dikenal (OTK).
Padahal, Pemkab setempat tidak pernah memberi rekomendasi maupun izin terkait pembangunan di kawasan objek wisata Mandeh tersebut. "Saya baru melihat di media sosial, saya belum ke sana. Tapi, dilihat memang parah. Sepertinya, sengaja di bakar karena untuk pembangunan," kata Hendrajoni saat dihubungi wartawan.
Atas insiden itu, Hendrajoni mengaku akan segera bertindak cepat. Dalam pekan ini, dia akan mengunjungi lokasi pembakaran untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembakaran itu.
"Tentu. Minggu ini, saya akan berkunjung ke sana. Siapa pun yang membangun di Pesisir Selatan, jika tidak ada izin dari Pemda, tidak bisa. Pulau itu enggak usah diperjualbelikan. Apalagi yang beli orang asing, enggak ada itu, tidak akan kita beri izin," tegasnya.
"Secepatnya kami cari orangnya. Kami kejar pelaku-pelaku yang membakar. Apalagi kalau (yang terbakar) tempat hutan mangrove," berangnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
