Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Januari 2019 | 06.18 WIB

Awas Jam Rawan, Masyarakat Jangan Nongkrong Tengah Malam

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kejahatan jalanan, seperti jambret, sempat viral di kalangan publik sepanjang 2018. Terkait hal itu, beberapa polsek dengan tingkat wilayah rawan tinggi akan menerapkan sejumlah strategi. 


Strateginya, mulai berupa imbauan masyarakat, hingga peningkatan intensitas patroli oleh polisi di jalanan yang dianggap rawan. Wilayah Polsek Genteng, Gubeng, dan Wonokromo yang dianggap rawan. 


Kapolsek Genteng Kompol Ari Tristiawan mengatakan, akan menerapkan strategi khusus di wilayah dan jam rawan. Salah satunya, dengan mengerahkan personil untuk patroli dan imbauan jam malam kepada masyarakat. 


Mulai dari personil kring serse (polisi tidak berseragam), hingga blue light patrol (polisi berseragam). Mereka juga akan mendorong masyarakat dijalanan agar segera pulang jika waktu sudah larut malam. 


Terutama, masyarakat yang kerap nongkrong di sepanjang Jalan Tunjungan. Meski, bukan menerapkan jam malam secara teknis, Ari mengimbau kepada warga di Jalan Tunjungan agar segera pulang sebelum pukul 00.00 WIB. 


"Karena di situ (Jalan Tunjungan) sudah rawan. Anak-anak jam segitu, malah masih selfie. Apalagi perempuan, kurang pentes malam-malam (masih nongkrong)," kata Ari kepada JawaPos.com, Senin (31/12). 


Selain menambah personil kring serse dan blue light patrol di tempat dan jam rawan, ada strategi lain yang akan dilancarkan pada 2019 terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya, menyiagakan personil untuk patroli siber. 


Ari mengatakan, potensi kejahatan juga dapat berawal darimedia sosial. Misalnya, aksi curanmor dan penipuan yang dilakukan oleh orang yang baru dikenal di media sosial. 


"Kami juga tetap pantau media sosial ya. Karena, banyak juga (modus) kejahatan yang seperti itu. Misalnya, kenalan di Facebook, pinjem motor ke indomaret, ternyata hilang (dibawa kabur)," kata Ari. 


Senada, Kapolsek Gubeng Kompol Sudarto mengatakan, pihaknya juga menerapkan strategi yang kurang lebih, sama. Bedanya, bukan terpaku pada penambahan. Tapi, mobilitas personil yang berpatroli. 


Sudarto mengaku telah membentuk tim preventif. Tim tersebut beranggotakan personil Shabara, polisi lalu lintas, dan Binmas. Mereka akan melakukan pengamanan wilayah berdasarkan kejadian tiap minggu. 


"Jadi, kami evaluasi selama seminggu ini. Berapa kejadian, lokasinya di mana, jam berapa, dan modusnya seperti apa. Dan bagi tamu menginap, 1x24 jam harus lapor," kata Sudarto. 


Menurutnya, pelaku kejahatan jalanan tidak memiliki pola tertentu berdasarkan tempat sasaran. Dia menyebut, pelaku kejahatan jalanan di wilayah Gubeng berpola seperti balon. 


"Soal wilayah rawan, teknisnya iku koyok balon. Dijogo nang kene, melayu merono. Makanya, kami upayakan, semua (wilayah) ter-cover," jelasnya. 


Berbeda, Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya mengatakan, pihaknya tidak melancarkan strategi khusus. Hanya, dirinya akan meningkatkan intensitas patroli secara merata di semua wilayah yurisdiksi Polsek Wonokromo. 

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore