
NATAL: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend M. Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono beserta Forkopimda dan FKUB Jawa Tengah menyambangi kediaman Pendeta Eka Laksa.
JawaPos.com - Pemandangan adem terlihat saat seisi kampung di RT 07 RW 01 Kelurahan Bangetayu Wetan, Kota Semarang, merayakan Natal tahun ini. Permukiman yang berada di bagian timur Kota Lumpia itu seakan menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama belumlah padam.
Di sana, sebuah acara silaturahmi sederhana digelar untuk menyemarakkan Natal tahun ini, tepatnya di rumah Pendeta Eka Laksa. Disediakan berbagai macam jamuan lengkap dengan kursi-kursi untuk tamu. Menjadi menarik kala yang menyiapkan adalah ibu-ibu serta para pemuda yang notabene bukan beragama Nasrani maupun berasal dari Jawa Tengah.
Perempuan-perempuan berhijab melebur di kegiatan tersebut. Salah satunya, Primawanti. Dia bersama ibu-ibu pengajian kampung tersebut bahu-membahu membantu Pendeta Eka Laksa menyiapkan perayaan Natal di sana. Sembari mereka memasak, ada pula para pria berpeci menata lokasi.
"Karena saudara jadi harus bantu, kami bukan saudara kandung. Karena tetangga kan akhirnya jadi saudara. Bahkan kami manggil beliau (Pendeta Eka Laksa) tidak pernah dengan sebutan nama, tapi Pakdhe sama Budhe," akunya.
Suasana macam ini, diakui Primawanti, bukanlah hal yang asing. Sudah belasan tahun hal tersebut diamalkan warga Bangetayu tanpa memandang latar belakang agama maupun daerah asal. Intinya adalah semangat persaudaraan lebih utama.
"Saat halal bi halal setelah Idul Fitri, kami kebingungan tempat untuk ngumpul, akhirnya Pakdhe menawarkan kediamannya. Ya ok saja," katanya. Ia pun memastikan bahwa acara macam ini tak terjadi saat upacara atau perayaan keagamaan saja.
Sebagaimana perayaan Natal tahun-tahun sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend M. Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono, beserta Forkopimda, dan FKUB Jawa Tengah melakukan anjangsana ke kediaman pemuka agama Katolik dan Kristen. Kediaman Pendeta Eka Laksa pun tak luput mereka sambangi.
"Ada yang menarik di kampung ini, Bangetayu kalau dibalik ayu banget. Ada kecantikan di sini tidak hanya nama kampungnya tapi ada harmoni di kampung. Sementara Pak Uskup (Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko di Keuskupan Agung Semarang) tadi ngasih hidangan, pasugatane mbanyu mili. Bakso, sego liwet, salad, dan jajan pasar," katanya.
Mahalnya bukan main. Itulah kesan Ganjar terhadap suasana guyub macam ini. Mengingatkannya pada sebuah ungkapan Jawa berbunyi crah agawe bubrah rukun agawe santoso. Berarti perselisihan itu hanya melahirkan kerusakan, sedangakan berdamai menciptakan kemuliaan.
Para pemuda bermain seni untuk persaudaraan, ibu-ibu memasak dan menyajikan untuk keharmonisan. Sebuah bukti akan Bhinneka Tunggal Ika di Jawa Tengah.
"Inilah tradisi untuk merawat Bhinneka Tunggal Ika yang terus kita dengungkan dari Jawa Tengah. Inilah suasana yang mesti kita rawat terus-menerus. Bahwa praktik Pancasila, nilai-nilai Pancasila praktik Bhinneka Tunggal Ika itu berjalan di sini. Faktanya ada, buktinya ada, orang semua bisa melihat secara visual dan inilah yang mesti kita tularkan ke tempat lain," cetusnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
