
PEMAKAMAN: Ratusan pelayat memadati prosesi pemakaman istri vokalis Seventeen Ifan, Dylan Sahara Puteri di TPU Tamanarum, Ponorogo, Jatim, Selasa (25/12).
JawaPos.com – Minggu (23/12) kemarin, seharusnya menjadi hari yang berbahagia bagi Dylan Sahara Puteri. Pasalnya istri dari vokalis band Seventeen, Ifan itu akan berusia 26 tahun.
Hari yang seharusnya berbahagia, sontak berubah menjadi kabar berduka. Takdir berkata lain, Dylan menjadi korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda.
Sabtu (22/12) malam itu, Seventeen menjadi bintang tamu dalam Family Gathering yang diadakan oleh PLN wilayah Jawa Bagian Barat. Dylan juga turun mendampingi suaminya malam itu. Sehari sebelumnya, Jumat (21/12) Dylan masih berkampanye untuk pencalonannya di DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), dari Partai Gerindra.
Selain itu, Dylan juga sempat mendampingi Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno saat bersafari di Kabupaten Ponorogo. Tetapi, Sabtu (22/12) dini hari, pukul 02.00 WIB, Dylan berangkat menyusul suaminya. Dan saat mendampingi suaminya itu, tiba-tiba air bah datang dari belakang panggung. Seketika panggung langsung runtuh. Dan seluruh personel Seventeen yang ada di panggung langsung terseret air bah. Tidak terkecuali juga istri Ifan, Dylan.
Tidak hanya personel Seventeen, seluruh peserta Family Gathering juga ikut tersapu ombak yang diperkirakan setinggi lima meter. Ifan berhasil selamat setelah terombang ambing selama lebih kurang dua jam. Sedangkan istrinya, Dylan baru ditemukan dua hari kemudian yakni Senin (24/12) pagi sekira pukul 09.00 WIB.
Tetapi saat ditemukan, kondisi Dylan masih harus menjalani beberapa pemeriksaan. Dan kepastian bahwa jasad yang ditemukan itu adalah Dylan sekira pukul 19.00 WIB. "Minggunya itu seharusnya Dylan berulang tahun yang ke-26 tahun," ungkap ayah Dylan, Supriyanto kepada JawaPos.com, Selasa (25/12).
Tetapi, Supriyanto pun tidak bisa menolak takdir yang ada. Bahwa putri keduanya yang baru terjun ke dunia politik itu berpulang. Supriyanto mengatakan, bahwa putrinya itu mengikuti jejaknya sebagai politisi. Dia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi dari Partai Gerindra.
"Dia dapil 9. Dia mengikuti jejak saya terjun ke politik," kenang Supriyanto. Supriyanto menceritakan, bahwa sosok Dylan merupakan perempuan yang mandiri.
Kemandirian Dylan sudah terlihat sejak duduk di bangku SMP. Lulus dari SMP, Dylan pindah ke Jogja. "Dan saya baru ketemu kembali mulai 2014," katanya.
Dan mengetahui, putrinya yang akan bertarung di Dapil 9 meninggal, Supriyanto pun pasrah. Dia berusaha tetap tegah, meskipun kesedihan sangat dirasakannya. Pemakaman Dylan sendiri dilakukan di kampung halamannya di Ponorogo, Jatim. Dylan dimakamkan di TPU Tamanarum yang berjarak lebih kurang 1,5 kilometer dari kediamannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
