
Kampung Tulip Bandung
JawaPos.com - Libur panjang adalah salah satu waktu yang tepat untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga di tempat wisata. Baik destinasi luar negeri maupun dalam negeri akan menarik jika dinikmati bersama dan di waktu santai.
Wisata luar negeri memang sungguh manarik, namun dalam negeri pun bisa jadi rekomendasi masyarakat untuk sekedar berkumpul dan meninggalkan rasa penat dari pekerjaan. Pastinya lebih murah dan waktu pun tidak terbuang banyak.
Kampung Tulip salah satunya. Destinasi buatan yang baru berdiri pada akhir 2015 lalu ini bisa untuk mengobati rasa rindu atau penasaran negara Belanda. Wisata ini dikonsepkan ala miniatur Belanda. Karena di dalamnya terdapat miniatur rumah ala Belanda disertai dengan cuaca Bandung yang cukup sejuk sehingga berasa berada di Belanda.
Saat libur Natal ini tiket masuk dibanderol dengan harga Rp 15.000. Biasanya harga masuk Rp 10.000 per orang untuk weekday sedangkan weekend Rp 15.000.
Begitu memasuki area Kampung Tulip sudah terlihat miniatur yang instagramable. Ini sangat cocok untuk pengunjung yang maniak berselfi dan upload foto di media sosial.
Kampung Tulip ini berdiri di lahan seluas sekitar 1 hektar. Tidak begitu luas namun cocok untuk bersantai bersama keluarga atau teman. Di setiap miniatur terdapat kursi-kursi yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto, juga sepeda ala zaman Belanda. Difasilitasi juga gazebo dan kantin mini.
Para pengunjung pun sudah bisa menikmati wahana perahu dayung dari tiket masuk. Sedangkan wahana atau fasilitas lainnya seperti bebek gowes, berfoto menggenakan pakaian Belanda, dan wahana permain anak dikenakan tarif lagi.
Menurut seorang pegawai Kampung Tulip, Dhea Intan Nira mengatakan dulu pemilik sempat mencoba menanam tulip yang didatangkan langsung dari Belanda. Namun empat kali menanam gagal, karena cuaca tidak cocok. Sebagaimana diketahui, Bandung memang cukup sejuk namun tulip hanya bisa tumbuh pada 12 derajat celsius.
"Iya sempat menanam tulip cuma gagal, karena tidak cocok dengan cuaca di Bandung," kata Dhea di Kamoung Tulip, Ciwatra, Kota Bandung, Selasa (25/12).
Seorang pengunjung dari Garut, Lucku Nugraha, 29, mengatakan kampung tulip ini tidak sesuai dengan namanya. Karena tidak ada satupun bunga tulip yang tumbuh. Hanya ada beberapa jenis bunga yang biasa tumbuh di Indonesia.
"Iya enggak sesuai saja, karena nama sama di dalam wisatanya tidak sesuai. Bunga tulip ada tapi cuma gambar kayak Banner gitu yang disebar di beberapa titik," ujarnya.
Namun untuk sekedar bersantai memang cocok. Sehingga dirinya cukup menikmati liburan di Kampung Tulip bersama rekan-rekannya.
Ya memang tidak ada bunga tulip yang tumbuh satupun di destinasi ini. Hanya gambar bunga tulip seperti layaknya suasana di Belanda. Namun terbantu dengan miniatur rumah a la Belanda dengan pemandangan danau dan perahu.
Untuk diketahui, untuk harga tiket dari 22 Desember sampai 6 Januari 2019 naik menjadi Rp 15.000. Sejauh ini terjadi peningkatan pengunjung per harinya. Yakni hari biasa hanya 300 orang per hari sedangkan saat libur panjang mencapai 800 orang. Bahkan diperkirakan pada tahun baru nanti diprediksi mencapai seribu pengunjung lebih.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
