Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 20.58 WIB

Instagramable, Pengunjung Kampung Tulip Bandung Membludak

Kampung Tulip Bandung - Image

Kampung Tulip Bandung

JawaPos.com - Libur panjang adalah salah satu waktu yang tepat untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga di tempat wisata. Baik destinasi luar negeri maupun dalam negeri akan menarik jika dinikmati bersama dan di waktu santai.


Wisata luar negeri memang sungguh manarik, namun dalam negeri pun bisa jadi rekomendasi masyarakat untuk sekedar berkumpul dan meninggalkan rasa penat dari pekerjaan. Pastinya lebih murah dan waktu pun tidak terbuang banyak.


Kampung Tulip salah satunya. Destinasi buatan yang baru berdiri pada akhir 2015 lalu ini bisa untuk mengobati rasa rindu atau penasaran negara Belanda. Wisata ini dikonsepkan ala miniatur Belanda. Karena di dalamnya terdapat miniatur rumah ala Belanda disertai dengan cuaca Bandung yang cukup sejuk sehingga berasa berada di Belanda.


Saat libur Natal ini tiket masuk dibanderol dengan harga Rp 15.000. Biasanya harga masuk Rp 10.000 per orang untuk weekday sedangkan weekend Rp 15.000.


Begitu memasuki area Kampung Tulip sudah terlihat miniatur yang instagramable. Ini sangat cocok untuk pengunjung yang maniak berselfi dan upload foto di media sosial.


Kampung Tulip ini berdiri di lahan seluas sekitar 1 hektar. Tidak begitu luas namun cocok untuk bersantai bersama keluarga atau teman. Di setiap miniatur terdapat kursi-kursi yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto, juga sepeda ala zaman Belanda. Difasilitasi juga gazebo dan kantin mini.


Para pengunjung pun sudah bisa menikmati wahana perahu dayung dari tiket masuk. Sedangkan wahana atau fasilitas lainnya seperti bebek gowes, berfoto menggenakan pakaian Belanda, dan wahana permain anak dikenakan tarif lagi.


Menurut seorang pegawai Kampung Tulip, Dhea Intan Nira mengatakan dulu pemilik sempat mencoba menanam tulip yang didatangkan langsung dari Belanda. Namun empat kali menanam gagal, karena cuaca tidak cocok. Sebagaimana diketahui, Bandung memang cukup sejuk namun tulip hanya bisa tumbuh pada 12 derajat celsius.


"Iya sempat menanam tulip cuma gagal, karena tidak cocok dengan cuaca di Bandung," kata Dhea di Kamoung Tulip, Ciwatra, Kota Bandung, Selasa (25/12).


Seorang pengunjung dari Garut, Lucku Nugraha, 29, mengatakan kampung tulip ini tidak sesuai dengan namanya. Karena tidak ada satupun bunga tulip yang tumbuh. Hanya ada beberapa jenis bunga yang biasa tumbuh di Indonesia.


"Iya enggak sesuai saja, karena nama sama di dalam wisatanya tidak sesuai. Bunga tulip ada tapi cuma gambar kayak Banner gitu yang disebar di beberapa titik," ujarnya.


Namun untuk sekedar bersantai memang cocok. Sehingga dirinya cukup menikmati liburan di Kampung Tulip bersama rekan-rekannya.


Ya memang tidak ada bunga tulip yang tumbuh satupun di destinasi ini. Hanya gambar bunga tulip seperti layaknya suasana di Belanda. Namun terbantu dengan miniatur rumah a la Belanda dengan pemandangan danau dan perahu.


Untuk diketahui, untuk harga tiket dari 22 Desember sampai 6 Januari 2019 naik menjadi Rp 15.000. Sejauh ini terjadi peningkatan pengunjung per harinya. Yakni hari biasa hanya 300 orang per hari sedangkan saat libur panjang mencapai 800 orang. Bahkan diperkirakan pada tahun baru nanti diprediksi mencapai seribu pengunjung lebih.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore