
Salah satu truk yang nekat menerobos lahar dingin terjebak di sungai leprak. Sembilan truk lainnya hingga malam ini tertahan di seberang sungai tidak bisa melintas.
JawaPos.com - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak tiga hari terakhir menjadi petaka bagi para penambang. Mereka yang nekat menerobos lokasi tambang sampai terjebak lahar dingin. Sepuluh truk terkena lahar pada Senin (26/11). Satu di antaranya terjebak di tengah lahar.
Kondisi tersebut terjadi di aliran Sungai Leprak, kawasan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Satu unit truk pengangkut pasir terendam banjir lahar dingin. Truk yang diketahui nekat melintas siang hari itu terjebak di tengah derasnya banjir lahar. Beruntungnya sopir berhasil menyelamatkan diri meski badan truk terendam.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, truk tersebut adalah milik Tri Waluyo. Lelaki 34 tahun asal Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Truknya terjebak di tengah banjir hujan gunung semeru sekitar jam 12.00 WIB.
“Rodanya tersangkut batu. Jadi gak bisa nerobos,” ungkap Sofyan salah satu warga penambang.
Kejadian itu bermula saat sang sopir berusaha menyeberangi sungai yang debitnya masih tinggi. Saat truk berada di tengah sungai, tiba-tiba roda truk tersangkut batu. Sempat dilakukan evakuasi dengan membuang muatan pasirnya, namun tak kunjung berhasil. Hingga lahar kiriman datang dan menghantam badan truk. “Sempat panik tadi. Sopir langsung menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Kepada wartawan, Tri Waluyo mengaku kondisi sungai memang membahayakan. “Jalannya kan sempit. Sopirnya panik. Roda truk kena batu dan banjir datang. Sebelumnya pas berangkat tidak ada banjir jadi gak sampai terjebak. Sekarang meski muatannya diturunkan masih tetap gak kuat ditarik,” jelasnya.
Akibat kejadian itu truk terjebak di tengah sungai. Sementara sembilan truk lainnya tertahan di seberang sungai. Sembilan truk itu tertahan karena tidak bisa melintas lantaran debit sungai naik dan memutus akses keluar.
Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo menuturkan, semula memang belum mendapat laporan. Senin petang baru dia mendapat informasi bahwa ada truk tersangkut di tengah sungai akibat tersapup lahar dingin.
Atas kejadian itu, Hadi Siswo menghimbau semua penambang untuk membaca cuaca. “Jika mendung gelap, jangan masuk ke kawasan pertambangan dulu. Khawatirnya ada lahar dingin datang,” ungkapnya.
Menurut dia, kondisi cuaca ekstrem itu bakal berlanjut sampai tiga hari ke depan. Hal itu sebagaimana dalam prakiraan cuaca BMKG yang menyatakan cuaca ekstrem bakal berlanjut sampai 30 November.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
