Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 November 2018 | 07.25 WIB

Roda Tersangkut Batu, Truk Tambang Nyaris Terseret Lahar Dingin

Salah satu truk yang nekat menerobos lahar dingin terjebak di sungai leprak. Sembilan truk lainnya hingga malam ini tertahan di seberang sungai tidak bisa melintas. - Image

Salah satu truk yang nekat menerobos lahar dingin terjebak di sungai leprak. Sembilan truk lainnya hingga malam ini tertahan di seberang sungai tidak bisa melintas.

JawaPos.com - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak tiga hari terakhir menjadi petaka bagi para penambang. Mereka yang nekat menerobos lokasi tambang sampai terjebak lahar dingin. Sepuluh truk terkena lahar pada Senin (26/11). Satu di antaranya terjebak di tengah lahar.


Kondisi tersebut terjadi di aliran Sungai Leprak, kawasan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Satu unit truk pengangkut pasir terendam banjir lahar dingin. Truk yang diketahui nekat melintas siang hari itu terjebak di tengah derasnya banjir lahar. Beruntungnya sopir berhasil menyelamatkan diri meski badan truk terendam.


Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, truk tersebut adalah milik Tri Waluyo. Lelaki 34 tahun asal Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Truknya terjebak di tengah banjir hujan gunung semeru sekitar jam 12.00 WIB.
“Rodanya tersangkut batu. Jadi gak bisa nerobos,” ungkap Sofyan salah satu warga penambang.


Kejadian itu bermula saat sang sopir berusaha menyeberangi sungai yang debitnya masih tinggi. Saat truk berada di tengah sungai, tiba-tiba roda truk tersangkut batu. Sempat dilakukan evakuasi dengan membuang muatan pasirnya, namun tak kunjung berhasil. Hingga lahar kiriman datang dan menghantam badan truk. “Sempat panik tadi. Sopir langsung menyelamatkan diri,” ungkapnya.


Kepada wartawan, Tri Waluyo mengaku kondisi sungai memang membahayakan. “Jalannya kan sempit. Sopirnya panik. Roda truk kena batu dan banjir datang. Sebelumnya pas berangkat tidak ada banjir jadi gak sampai terjebak. Sekarang meski muatannya diturunkan masih tetap gak kuat ditarik,” jelasnya.


Akibat kejadian itu truk terjebak di tengah sungai. Sementara sembilan truk lainnya tertahan di seberang sungai. Sembilan truk itu tertahan karena tidak bisa melintas lantaran debit sungai naik dan memutus akses keluar.


Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo menuturkan, semula memang belum mendapat laporan. Senin petang baru dia mendapat informasi bahwa ada truk tersangkut di tengah sungai akibat tersapup lahar dingin.


Atas kejadian itu, Hadi Siswo menghimbau semua penambang untuk membaca cuaca. “Jika mendung gelap, jangan masuk ke kawasan pertambangan dulu. Khawatirnya ada lahar dingin datang,” ungkapnya.


Menurut dia, kondisi cuaca ekstrem itu bakal berlanjut sampai tiga hari ke depan. Hal itu sebagaimana dalam prakiraan cuaca BMKG yang menyatakan cuaca ekstrem bakal berlanjut sampai 30 November.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore