Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 November 2018 | 19.06 WIB

Walhi Minta Jakarta Harus Ambil Pelajaran dari Paus Mati di Wakatobi

Seekor paus sperma mati terdampar di sebuah Pulau Kapota di Taman Nasional Wakatobi. Dalam perut paus itu ditemukan 6 kg sampah plastik - Image

Seekor paus sperma mati terdampar di sebuah Pulau Kapota di Taman Nasional Wakatobi. Dalam perut paus itu ditemukan 6 kg sampah plastik

JawaPos.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyoroti persoalan ditemukannya paus sperma mati di Perairan Wakatobi. Paus ditemukan bersama ratusan sampah plastik, hal ini menurut Walhi harus menjadi perhatian utamanya Ibukota DKI Jakarta.


Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi menyatakan alangkah baiknya Jakarta dapat menjadi kota nol plastik. Sehingga, ekosistem perairan di Jakarta dapat terjaga untuk masyarakat pesisir dan nelayan.


Belum lagi, Kepulauan Seribu baru saja memperlihatkan spesies Hiu Paus Tutul yang artinya perairan Kepulauan Seribu masih menjadi tempat hidup bagi satwa laut. Maka, plastik menjadi senjata mematikan untuk satwa laut.


"Perairan Jakarta masih terus terancam dengan berbagai pencemaran seperti berbagai sampah seperti kantong plastik, styrofoam, dan plastic kemasan dengan berbagai merek kita temui di perairan Jakarta," jelas Tubagus dalam keterangannya, Senin (26/11).


Menurutnya, perairan Jakarta telah terpapar mikroplastik yang mengancam ekosistem di dalamnya. Tubagus meminta kejadian di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara harus dijadikan Pemrov Jakarta sebagai sebuah pelajaran penting menyelamatkan pesisir dan perairan Jakarta.


"Keberlanjutan ekosistem perairan Jakarta menjadi sangat penting termasuk juga masyarakat yang selama ini bergantung pada keberlanjutan ekosistem tersebut, baik sebagai mata pencahrian dan sumber-sumber kehidupan lainnya," terangnya.


Tubagus menjelaskan mengatasi sampah harus dari sumbernya bukan hanya dengan bakar membakar. Tanggung jawab produsen plastik harus dikejar agar semua tidak dibebankan kepada warga dan lingkungan.


"Konsumen dan masyarakat punya hak mendapatkan kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat.  Zero Waste adalah tidak menghasilkan sampah atau materi yang berpotensi mencemari dan merusak lingkungan. Pointnya adalah pencegahan," tandasnya.


Sebelumnya, seekor paus sperma mati terdampar di dekat Pulau Kapota di Taman Nasional Wakatobi. Dalam perut paus itu ditemukan 6 kg sampah plastik. Dilansir dari BBC pada Selasa, (20/11), sampah yang ditemukan dalam badan paus itu termasuk 115 botol plastik, 25 kantong plastik, dan dua sandal jepit. Bangkai mamalia sepanjang 9,5 meter atau 31 kaki itu ditemukan pada Senin malam, (19/11).


Penemuan ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan pecinta lingkungan. "Meskipun kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian, fakta yang kami lihat benar-benar mengerikan," ujar  Koordinator Konservasi Spesies Laut di WWF Indonesia, Dwi Suprapti seperti dikutip oleh Associated Press.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore