
Kapolda Jatim Irjen Lucky Hermawan menjenguk korban penyerangan Pos Polisi WBL Lamongan yang dirawat di RS. Bhayangkara.
JawaPos.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memastikan penyerangan terhadap Bripka Andreas Dwi Anggoro seusai insiden penyerangan pos polisi Wisata Bahari Lamongan (WBL) merupakan aksi terorisme.
Pelakunya dua orang. Yakni, Eko Ristanto, mantan anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo; dan rekannya, MSA.
Pelaku kini diperiksa intensif oleh Densus 88 Antiteror di Mapolres Lamongan. "Saat penggeledahan tadi (kemarin, Red), banyak ditemukan buku terkait kelompok radikal," ucap Luki saat menjenguk Andreas yang baru saja menjalani operasi di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, kemarin siang.
Luki menambahkan, jaringan kelompok pelaku teror sudah diketahui. Meski begitu, jenderal bintang dua itu masih enggan membeberkan dari jaringan mana Eko berasal. "Masih pengembangan ini. Jangan ke sana dulu ya," katanya.
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, lanjut Luki, sempat mendalami langsung kejadian tersebut. Dia mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Densus 88. Awalnya, kasus itu didalami Polres Lamongan. Namun, sejak kemarin siang insiden penyerangan tersebut diambil alih Densus 88.
Mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit W 2593 RM, Eko, 35; dan MSA, 17; menyerang pos polisi WBL kemarin dini hari sekitar pukul 01.00. Mereka melemparkan batu ke arah pos polisi yang mengakibatkan kaca pecah. Andreas dan sekuriti WBL yang mengetahui aksi tersebut segera mengejar pelaku ke arah barat.
Bukannya takut dikejar polisi, Eko malah menyerang balik dengan melesatkan kelereng dari ketapel ke arah Andreas. Kelereng tersebut mengenai mata kanan korban. Meski terluka, Andreas tetap mengejar pelaku.
Berdasar penelusuran Jawa Pos, Eko Ristanto terakhir menjadi polisi pada Maret 2012 dengan pangkat briptu. Dia divonis bersalah dan dihukum 11 tahun oleh PN Sidoarjo karena menembak mati Riyadhus Solihin setelah mobil korban menyerempet Briptu Widiarto, rekan Eko, di area GOR Sidoarjo.
Saat itu Eko, Widiarto, dan beberapa rekannya yang sama-sama bertugas sebagai reserse baru saja pulang dari Kafe Ponti. Tak terima rekannya diserempet, Eko dan seorang rekan lantas mengejar Sholihin.
Saat diberi tembakan peringatan, Sholihin yang sehari-hari berjualan tempe dan seorang guru ngaji, mungkin karena ketakutan, malah menambah kecepatan mobilnya. Eko akhirnya menembak bagian depan mobil dan mengenai Sholihin.
Penembakan itu terjadi di kawasan Sepande, Candi, Sidoarjo. Sholihin meninggal di depan sebuah rumah makan di Taman Pinang Indah, perumahan di seberang GOR Delta Sidoarjo.
Sumber Jawa Pos di internal kepolisian menyebutkan, setelah menjalani hukuman di lapas, Eko tak lagi tinggal di Lajuk, Porong, Sidoarjo. Dia memilih tinggal bersama istrinya di Dusun Geneng, Brondong, Lamongan.
Kerja serabutan dijalani Eko setiap hari. Dia diketahui kerap menjadi tukang panggul ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong. "Setiap hari dia hidup sama istri. Kerjanya tukang panggul di TPI sana," ungkap sumber yang mewanti-wanti agar tak disebutkan namanya itu.
Polisi sudah menyita tujuh buah kelereng, helm teropong hijau, sepeda motor Honda Supra Fit yang dijadikan sarana oleh pelaku, serta sejumlah buku yang ditengarai berasal dari gerakan radikal.
Sementara itu, kasus hukum yang menimpa Eko pada 2011 bisa dilihat di website Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Saat divonis 11 tahun, Eko sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Namun, hakim PT Jatim memberikan vonis yang sama. Alasannya, aksi Eko termasuk perbuatan kejam.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
