
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Bid Humas Polda Jatim)
JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan untuk mengamankan 18.365 lokasi Shalat Ied.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan melalui Operasi Ketupat Semeru yang digelar sejak 13 Maret 2026, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus lalu lintas mudik.
"Fokus utama kami dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 adalah menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk, baik Umat Hindhu saat Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026, maupun Hari Raya Idulfitri," ucapnya, Kamis (19/3).
Menurutnya, arus lalu lintas merupakan dampak dari tingginya mobilitas masyarakat, namun Kamtibmas di lingkungan warga, termasuk rumah ibadah merupakan hal fundamental yang harus dijaga.
"Mudik penting, namun khidmat ibadah dan stabilitas Kamtibmas adalah fondasi. Tahun ini, Polda Jatim bersama jajarannya akan mengamankan lebih kurang 18.365 lokasi Shalat Ied, baik di Masjid maupun lapangan," imbuhnya.
Baca Juga:Hilal Tak Terlihat di Sidoarjo, Detik-detik Penentuan Lebaran dari Lantai 10 RSI Siti Hajar
Selain itu, Polda Jatim memberikan pengamanan di sejumlah objek rawan gangguan Kamtibmas, meliputi 68 terminal, 12 pelabuhan, 79 pelabuhan rakyat, enam bandara, dan 53 stasiun kereta api.
Pengamanan juga dilakukan di 274 pusat perbelanjaan, 488 lokasi wisata dan hiburan, serta SPBU yang berpotensi terjadi antrean, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di Jawa Timur.
"Kami mengimbau warga untuk memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik, dan melapor kepada pengurus setempat. Mari kita bersama - sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia," tegas Jules.
Sebagai informasi, Jawa Timur diperkirakan menjadi provinsi tujuan pemudik. Pemerintah Pusat memperkirakan dari 143,9 juta - 155 juta warga Indonesia yang mudik Lebaran, 24,9 juta pemudik di antaranya menuju wilayah Jatim.
Angka ini sama dengan sekitar 17,3 persen dari pemudik nasional. Kemudian puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara arus balik terjadi pada 24-25 Maret 2026.
Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, sebanyak 16.326 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, terdiri dari kepolisian 9.609 personel, TNI 1.313 personel dan instansi terkait 5.404 personel.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto menyebut Pengamanan difokuskan pada 125.607 objek, meliputi tempat ibadah, lokasi salat Ied, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
