
Suasana rumah Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama di Surabaya.
JawaPos.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama kemarin (15/10). Kini, rumah itu masih dihuni oleh beberapa yang kabarnya, adalah keluarga dekat Fitra.
JawaPos.com mendatangi rumah di Jalan Jalan Kencana Sari Timur IV, Selasa petang (16/10). Tidak aktivitas yang terlalu mencolok. Hanya ada empat orang yang tampak sedang bersantai di halaman depan rumah.
Tak lama, ada seorang pria yang mengaku sebagai teman lama Fitra. JawaPos.com mencoba mengobrol dengannya. Namun, dia meminta agar awak media tidak meliput suasana di rumah Fitra.
Berbagai alasan dia lontarkan. Mulai menilai pemberitaan yang tidak terkait dengan Fitra, dampaknya terhadap psikologis keluarga, hingga menganggap pemberitaan yang sudah tayang sebagai hal yang cukup. "Tidak perlu lah, di Jawa Pos kan sudah ada. Terus apa? Ya, jangan menambah yang tidak terkait,” ucapnya.
Ditanya apakah KPK mendatangi rumah tersebut, dia mengaku tidak tahu. Ditanya lagi bagaimana sosok Fitra, dia juga tidak menjawab. "Saya bukan menghalang-halangi kerja sampean. Tapi ya nggak perlu diekspose rumahnya ini. Seolah-olah ini rumah hasil nyuri. Haknya apa? Dadi yo, lapo seh," tambahnya.
Terpisah, Ketua RT 8/ RW VI Nurdiyan Soetjahjo mengaku tidak melihat langsung jika ada anggota KPK yang menyatroni rumah Fitra. Hanya, dia mendengar kabar bahwa KPK membawa tetangganya itu melalui media massa. "Saya nggak lihat sendiri. Tapi baca sendiri dari media," kata Nuryadin.
Ditanya bagaimana sosok Fitra, Nuryadin menuturkan, tidak ada gelagat yang mencurigakan selama mengenal Fitra. Dia mengatakan, Fitra adalah sosok yang suka menyapa tetangga.
Nuryadin juga mengenal Fitra sebagai seorang konsultan Lippo. Selain itu, dia juga pernah mendengat kabar jika Fitra pernah menjadi anggota sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. "Kantornya dulu di rumah sebelahnya itu. Tapi itu dulu sekali. Saya lupa kapan," lanjut Nuryadin.
Meski demikian, Nuryadin mengatakan jika Fitra jarang bergaul dengan tetangga. Nurdiyan mengenal Fitra sebagai sosok yang sering bepergian keluar kota. Kadang ke Banyuwangi atau ke Jakarta.
Nuryadin mengaku sudah beberapa bulan ini tidak pernah bertemu dengan Fitra. Hanya saja, dia mengaku sempat memperhatikan situasi rumah Fitra sejak kemarin. "Sejak kemarin, jam 12.00 WIB, banyak keluarganya yang datang. Teko endi-endi. Teko kabeh wong-wong," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan praktik suap dalam pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. KPK menduga Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan empat pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terlibat.
Mereka diduga menerima commitment fee untuk pengurusan izin proyek yang digarap oleh Lippo Group tersebut. KPK pun menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi dan Surabaya mulai kemarin lusa (14/10).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
