
Proses penyerahan hibah lahan Meikarta seluas 30.000 hektare dari Lippo Group ke Pemerintah (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapat dukungan dari sektor swasta. Lahan di kawasan Meikarta seluas 30 ribu hektare dihibahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Danantara Indonesia untuk pembangunan hunian rakyat dalam skala besar.
CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa program perumahan tersebut merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus dikerjakan secara bersama-sama oleh berbagai pihak.
Menurut Rosan, kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, korporasi, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk merealisasikan program tersebut.
“Hari ini adalah bukti nyata bahwa kerja sama dari pemerintah, dunia usaha, korporasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merangkai pertumbuhan serta cita-cita Bapak Presiden yang sangat mulia ini dimulai di sini,” kata Rosan dalam acara Groundbreaking Rusun Subsidi di Kawasan Meikarta, Jawa Barat, Minggu (8/3).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pendiri Lippo Group Mochtar Riady beserta jajaran pimpinan perusahaan, termasuk James Riady dan John Riady yang telah berinisiatif menyerahkan lahan tersebut.
“Tentunya saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Mochtar Riady, James Riady, John Riady, dan seluruh jajaran Lippo yang telah berinisiatif memberikan tanah kepada pemerintah melalui Danantara untuk dibangun sebagai hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Rosan.
Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar komitmen bisnis, tetapi lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat. Rosan menambahkan, pembangunan hunian tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai sekitar 140 ribu unit rumah dalam satu kawasan.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu pembangunan perumahan rakyat terbesar yang pernah dilakukan dalam satu lokasi.
“Kalau kita bayangkan, 140 ribu rumah itu jumlah yang sangat besar. Ini sejarah yang luar biasa karena dilakukan dalam satu proyek dan satu lokasi dengan kebersamaan semua pihak,” jelas Rosan.
Selain akan menyediakan hunian bagi masyarakat, proyek tersebut juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk untuk penciptaan lapangan kerja. Selain itu, pembangunan tersebut juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
“Multiple effect-nya sangat besar, mulai dari penciptaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan masyarakat sekitar, hingga peningkatan perekonomian,” kata Rosan.
“Ini akan menjalankan roda perekonomian, tidak hanya di daerah sini saja, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia. Dampaknya akan dirasakan bukan hanya oleh 140 ribu keluarga penerima rumah, tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
