
DITANGKAP: Guru di Malang yang ditangkap karena diduga menculik muridnya sendiri.
JawaPos.com - Tindakan yang dilakukan Sobirin, 44, sungguh tidak terpuji. Pasalnya sebagai seorang guru, bukannya memberikan contoh yang baik, namun pengajar kesenian di MI Swasta tersebut justru melarikan muridnya sendiri, LBM, 9.
Sejauh ini belum diketahui pasti alasan Sobirin melarikan salah satu murid laki-laki di sekolah yang diampunya tersebut.
Informasi yang diperoleh JawaPos.com, peristiwa tersebut berawal ketika Sobirin memanggil LBM yang tengah mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (LBM) pada Rabu (19/9).
Untuk memuluskan aksinya, Sobirin memanggil LBM dengan alasan sepeda pancal milik bocah laki-laki tersebut hilang. Sobirin yang dikenal cukup baik itu pun mengajak korban untuk mencari sepeda tersebut.
Tanpa menaruh rasa curiga, wali kelas LBM, Hudi Iswanto pun memberikan izin kepada keduanya untuk mencari sepeda tersebut. Terlebih usai jam pelajarannya adalah waktu Sobirin untuk mengajar.
Namun setelah ditunggu selama sekitar 45 menit, korban dan tersangka tak kunjung kembali. Pihak sekolah pun kemudian mencari keduanya, namun tak juga ditemukan. Usai tidak mendapati hasil, pihak sekolah lantas menyampaikan informasi tersebut kepada Alfia, ibu korban.
Usut punya usut, alasan hilangnya sepeda LBM tersebut hanyalah akal bulus Sobirin untuk bertindak jahat. Sepeda tersebut ternyata disembunyikan duda tanpa anak tersebut di salah satu rumah tak jauh dari lokasi sekolah, tepatnya di Desa Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang.
Di rumah tersebut, tersangka juga sudah menyiapkan peralatan untuk camping di gunung. Rupanya, dia berencana membawa korban untuk menginap di gunung.
Wakapolres Malang, Kompol Yhogi Setiawan, menjelaskan, polisi mendapat laporan dari keluarga korban sehari pasca LBM dinyatakan hilang. Yakni pada kamis (20/9/2018) lalu.
Setelah dilakukan pendalaman dan meminta keterangan ke sejumlah saksi, pelaku penculikan mengerucut kepada tersangka. "Tersangka membonceng korban menggunakan sepeda motor, dan diajak pergi ke Lembah Pani (Poncokusumo)," katanya di Polres Malang, saat gelar perkara, Sabtu (22/9).
Setelah dinyatakan hilang selama empat hari, akhirnya pelaku dapat diringkus oleh tim dari Polres Malang. Dia ditangkap di Lembah Pani, Sabtu (22/9) siang. Saat hendak ditangkap, tersangka berupaya kabur. Terpaksa, polisi pun menembak kaki kanan Sobirin.
Sementara itu, korban, LBS, tampak syok usai insiden penculikan yang dialaminya. Kehadiran LBM di Polres Malang, disambut isak tangis keluarga dan guru korban. "Saya tidak tahu, saya diajak cari sepedaku yang katanya hilang," katanya lirih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
