
SAWERAN: Para siswa dari Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta rela
JawaPos.com – Pemandangan tak biasa terjadi di Sekolah Dasar (SD) Mentel 1, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jumat (14/9). Pasalnya ratusan murid-murid sekolahan tersebut rela saweran, menyisihkan uang jajannya sehari-hari untuk diberikan kepada para gurunya yang tidak mendapatkan gaji tak seberapa dari pihak sekolahan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SD Mentel 1, Kamijan mengatakan kegiatan saweran tersebut sudah dilakukan sejak Maret lalu. Hal tersebut, imbuhnya juga sudah melalui kesepakatan dengan Komite Sekolah.
Dengan saweran tersebut, imbuhnya sedikit banyak dirasa membantu para guru honorer yang mengabdi di sekolahan. Dalam sekali saweran, setiap bulannya terkumpul uang sekitar Rp 2 juta. Nantinya uang tersebut dibagi kepada 8 Guru Tidak Tetap (GTT) yang ada dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
"Tidak ditentukan nominalnya. Kalau ada siswa yang tidak memberikan diperbolehkan. Tergantung kemampuan dan keikhlasannya," katanya, Jumat (14/9).
Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap Pemerintah mampu memberikan solusi terhadap nasib GTT dan PTT di lingkungannya, terutama dari aspek kesejahteraan. Sebab, upah atau honor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para guru yang selama ini dirasa masih jauh dari kata cukup.
Sementara itu, salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT) dari SD Mentel 1, Bayu Dwi Nur Cahyani menambahkan, dirinya sudah mengabdi sejak 2005 silam. Mirisnya, meski berprofesi sebagai tenaga pendidik, dirinya hanya mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp 100 ribu. Ditambah bantuan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), total honor yang diterimanya hanya Rp 200 ribu. “Ndak apa-apa, yang penting anak-anak memperoleh pendidikan yang baik," kata dia.
Uang jajan yang disisihkan oleh para siswanya ini dilakukan setiap hari Jumat. Beberapa murid membawa kardus berkeliling mengumpulkan uang. Ada yang memasukkan pecatan Rp 2 ribu, 5 ribu, hingga 10 ribu. "Nanti untuk bapak dan ibu guru, kasihan tidak mendapatkan gaji layak," kata seorang siswi, Carisa Moniati kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid menambahkan, tak mempermasalahkan adanya kegiatan itu. Selama ini GTT dan PTT memang belum cukup layak mendapat upah. "Kami juga berusaha agar kesejahteraan mereka meningkat," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022