
Massa HMI cabang Pekanbaru menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Riau dan Mapolda Riau, Jumat (21/9).
JawaPos.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Riau, menggelar aksi demo di DPRD Riau, Jumat (21/9) sore. Dalam aksi itu, mereka mengutuk keras aksi oknum aparat kepolisian daerah (Polda) Bengkulu. Mereka menilai, aparat penegak hukum tersebut telah menciderai semangat demokrasi.
Alasannya, karena Polda Bengkulu telah melakukan aksi represif atau kekerasan dalam mengamankan aksi demonstrasi yang dilakukan HMI cabang Bengkulu di Gedung DPRD Bengkulu, Selasa (18/9) lalu.
Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Wendi Fitrah mengatakan, dalam konferensi pers yang dilakukan oleh HMI Cabang Bengkulu, ada 28 orang demonstran yang ditahan oleh Polda Bengkulu pasca aksi demonstrasi. 26 diantaranya kader HMI dan 2 lainnya dari KAHMI.
"Selain itu, tiga puluh tujuh orang kader mengalami luka ringan dan enam lainnya luka berat. Sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kejadian di Bengkulu ini hanyalah salah satu kasus dari beberapa kasus serupa yang ada di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir," kata Wendi.
Menurutnya, dengan kejadian itu, tentu merupakan suatu kemunduran dalam berdemokrasi dan memperlihatkan bahwa rezim yang berkuasa hari ini gagap dalam memaknai demokrasi itu sendiri.
Selain mengutuk keras oknum aparat tersebut, HMI Cabang Pekanbaru juga menuntut agar polisi bertanggung jawab atas korban yang ditimbulkan. Kemudian meminta pihak kepolisian untuk menindak anggotanya yang melakukan kekerasan.
"Kami juga menuntut Polda Bengkulu untuk meminta maaf secara terbuka. Kemudian menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Bengkulu," tegasnya.
Saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Riau yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, massa sempat melakukan aksi bakar ban. Itu dilakukan karena, permintaan mereka menjumpai Ketua DPRD Riau, Hj Septina, tak dipenuhi.
Aksi bakar ban ini, tentu membuat lumpuh jalan protokol Pekanbaru tersebut beberapa saat. Setelah itu, massa terlibat aksi saling dorong mendorong dengan polisi. Bahkan pagar tinggi di depan gedung itupun roboh akibat kekuatan penuh yang dikerahkan massa.
Setelah berhasil membobol pertahanan polisi, massa memaksa masuk ke dalam ruang rapat paripurna. Di sini, massa menggelar sidang rakyat dan menyampaikan tuntutan mereka.
Karena tak dapat menjumpai anggota dewan satupun, akhirnya massa bergerak ke Mapolda Riau. Di markas kepolisian ini, massa hanya menyampaikan aspirasinya lalu kemudian membubarkan diri.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
