
Massa aksi sopir angkutan online berunjuk rasa di depan gedung Gojek, Pasar Raya Blok M, Jalan Iskandarsyah, Rabu (12/9).
JawaPos.com - Massa aksi Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana) kembali berunjuk rasa. Kali ini aksi digelar di areal parkir belakang Pasar Raya Blok M, Rabu (12/9). Mereka menyuarakan aspirasi para driver ojek online dan taksi online kepada penyedia jasa layanan transportasi Gojek. Sebelumnya aksi serupa juga telah digelar di kantor Grab Indonesia.
Sambil membawa spanduk berisi tuntutan, para mitra aplikasi online ini mendesak kepada pihak Gojek Indonesia untuk memenuhi aspirasi mereka. Mereka menilai Gojek sudah semena-mena terhadap mitra layanannya. Padahal selama ini, besarnya perusahaan transportasi online itu tidak lepas dari peran driver.
Koordinator aksi, Wendra mengatakan sedikitnya ada empat tuntutan para pengemudi daring kali ini. Yaitu, menagih janji aplikator, menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi, menolak eksploitasi terhadap driver online dan menolak keras kartelisasi serta monopoli bisnis transportasi online.
"Kami terus mendesak kepada Gojek untuk memenuhi tuntutan kami. Jika tidak, kami akan mengusir Grab dan Gojek dari Bumi Pertiwi," serunya.
Wendra mengatakan, peraturan yang dibuat aplikasi selalu sepihak tanpa melibatkan para pengemudi. Bila pengemudi menolak order, maka mendapat hukuman suspend. Padahal driver menolak order untuk beristirahat.
Dia menambahkan, perjanjian kemitraan antara aplikasi dan mitra tidak sesuai dengan PP Kemitraan No. 17/2013. Selain itu, aplikator tidak memenuhi peraturan Kementerian Perhubungan untuk menghentikan perekrutan pengemudi, menentukan besaran tarif dan besaran pendapatan pengemudi.
"Dalam menentukan kebijakan, kami (driver) nggak pernah dilibatkan. Asuransi tidak diberi. Suspend driver tanpa alasan," keluh dia.
Usai berorasi di areal belakang parkir Mall Pasar Raya, massa aksi sempat long March di Jalan Raya Iskandarsyah menuju depan kantor Gojek.
Pantauan di lokasi, aksi para pengemudi ojek online dan taksi online di depan Mall Pasaraya tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas. Petugas kepolisian pun mengatur lalu lintas.
Unjuk rasa driver online itu diterima oleh VP Corporate Communication, Michael Reza Say dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdat Kemenhub) Budi Setiyadi. Usai sekitar tiga jam berunjuk rasa di sekitar kantor Gojek, massa pun akhirnya membubarkan diri.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
