
TEMPAT SAMPAH: Sejumlah sapi-sapi milik warga dilepasliarkan di TPA Putri Cempo.
JawaPos.com - Keberadaan sapi yang digembalakan di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo dianggap berbahaya untuk dikonsumsi. Hal ini karena sapi-sapi tersebut terdeteksi mengandung logam berat. Akan tetapi, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KKP) Kota Solo memberikan lampu hijau jika ada yang ingin membeli sapi yang digembalakan di TPA Putri Cempa.
Dengan catatan sebelum dijual, sapi-sapi tersebut harus disterilkan dari TPA Putri Cempo. Salah satunya yakni dengan melakukan karantina. "Karantina ini dilakukan minimal enam bulan," terang Kepala Dispertan KKP Solo, Weni Ekayanti kepada JawaPos.com, Sabtu (18/8).
Waktu enam bulan tersebut, kata Weni merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan kandungan logam berat yang ada di dalam tubuh sapi. Sebelumnya, karantina diperbolehkan selama tiga bulan saja. Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan ulang, ternyata kandungan logam berat masih ada di dalam tubuh sapi.
Dan kandungan ini cukup berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh manusia. Meskipun, dampak dari mengkonsumsi logam berat ini tidak dirasakan seketika melainkan dalam waktu lama. "Makanya, waktu minimal haruslah enam bulan. Jadi sapi tidak dilepasliarkan di TPA lagi," ucapnya.
Selain melakukan karantina, Weni menambahkan, peternak juga diwajibkan memberikan makanan yang sesuai dan sehat. Jika selama ini sapi-sapi dilepasliarkan di TPA Putri Cempo mengkonsumsi sampah, maka saat dikarantina sapi wajib diberi makanan yang lebih sehat.
Dengan begitu, maka sapi akan lebih sehat dan kandungan logam berat bisa hilang. Seperti diketahui, selama ini ratusan sapi dilepasliarkan di kawasan TPA Putri Cempo.
Sapi-sapi tersebut dibiarkan oleh pemiliknya untuk mencari makanan sendiri. Dan jika sore hari, sapi-sapi tersebut akan kembali ke kandangnya masing-masing. Selain sapi yang dimiliki warga Solo, sapi yang ada di TPA Putri Cempo juga milik dari warga Karanganyar yang berbatasan dengan Mojosongo, Solo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
