
Tim SAR mengevakuasi korban pesawat jatuh di Bukit Menuk, Kampung Aerambokon, Distrik Oksibil, Minggu (12/8). Satu penumpang pesawat ini dinyatakan selamat.
JawaPos.com - Pesawat Dimonim Air milik PT Marta Buana Abadi akhirnya ditemukan tim SAR. Para penumpang berhasil dievakuasi. Satu di antara sembilan penumpang dan awak pesawat dinyatakan selamat. Jumaidi namanya.
"Cepat lompat!!!" Itu kalimat terakhir yang didengar Jumaidi dari sang ayah, Jamaluddin, sesaat setelah mendengar bunyi alarm tanda pesawat yang membawa mereka dari Tanah Merah menuju Oksibil, Papua, Sabtu (11/8) sore itu, akan jatuh.
Tak sempat berpikir lama, Jumaidi dan bapaknya yang duduk di dekat pintu langsung melompat. Sayang, bapaknya jatuh terpental karena terkena pepohonan di Bukit Menuk, Kampung Aerambokon, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sementara itu, Jumaidi langsung tak sadarkan diri karena cedera di bagian kepala. Lengan kanannya juga patah.
Bungsu di antara tiga bersaudara itu selamat dalam insiden jatuhnya pesawat Dimonim Air milik PT Marta Buana Abadi yang menewaskan enam penumpang, termasuk ayahnya, serta pilot dan kopilot. Pesawat itu terbang dari Bandara Tanah Merah dengan tujuan Bandara Oksibil pada Sabtu.
Saat tersadar dari pingsannya, Jumaidi memang masih ingat detik-detik jatuhnya pesawat itu di Gunung Menuk. Di hutan belantara dengan ketinggian 1.978 meter di atas permukaan laut tersebut, pelajar yang baru duduk di bangku SMP di Oksibil itu bertahan hidup dengan caranya sendiri selama 18 jam, sebelum ditemukan tim SAR Minggu (12/8) pukul 08.45 WIT.
Tim SAR menemukan Jumaidi dalam keadaan terbaring lemas di ekor pesawat. Adapun delapan korban tewas adalah Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaluddin, Naimus, serta pilot Lessie dan kopilot Wayan Sugiarta.
Jumaidi ditemukan dalam kondisi sadar. Dia tidak terlalu banyak bicara. "Yang jelas, dia merespons ketika diajak bicara," kata Wakapendam XII/Cenderawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi kemarin.
Guratan trauma terlihat jelas pada diri bocah itu. Bahkan, saat ditemukan tim SAR, dia hanya bisa terdiam. Kelopak matanya basah sembari menahan sakit di atas pembaringan.
Anggota tim SAR terus menguatkan hati Jumaidi selama perjalanan menuju rumah sakit. "Bertahan, kamu harus bertahan. Sedikit lagi kita sampai tempat tujuan," kata Sianturi.
Entah apa yang terjadi jika anggota tim SAR terlambat datang ke TKP. Di lokasi jatuhnya pesawat itu tak ada persediaan makanan. Bahkan, jauh dari permukiman. "Anak ini cukup tabah, semangat hidupnya begitu tinggi," ujar Sianturi.
Sementara itu, perawat RSUD Oksibil Andreas yang mendampingi Jumaidi di atas pesawat yang mengevakuasi ke Sentani menceritakan, saat kejadian Jumaidi melompat bersama bapaknya.
Kepada Andreas, Jumaidi mengungkapkan, begitu radar pesawat bunyi, bapaknya memerintahkan lompat bersama. Jumaidi bersama sang ayah dari atas pesawat nekat melompat dengan maksud menyelamatkan diri. Namun, bapaknya terpental mengenai pohon dan bebatuan sehingga tewas di tempat.
Saat jatuh, Jumaidi tak sadarkan diri. Dia baru sadar ketika merasa kehausan, lalu berjalan ke bangkai pesawat untuk mencari minum agar bisa bertahan hidup di hutan belantara yang saat itu mulai gelap. "Semalaman dia memilih tidur dalam bangkai pesawat bersama orang-orang yang sudah tak bernyawa lagi sembari menunggu tim evakuasi," tutur Andreas. Jumaidi pun sudah tahu bahwa ayah yang dicintainya sudah tiada saat kejadian itu.
Setelah pesawat jatuh, sebenarnya ada dua penumpang lain yang menurut Jumaidi masih hidup. Hanya, dua orang tersebut tewas saat hari hampir petang. Dia juga tidak tahu penyebabnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua AKBP dr Heri Budiono menyebutkan, kondisi Jumaidi stabil dan tidak ada pendarahan yang mengancam jiwa. "Namun, pasien ada cedera kepala ringan, di mana pasca kejadian sempat kehilangan kesadaran," jelas dia. Jumaidi juga mengalami patah tulang pada lengan kanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022