
ILUSTRASI: Diduga kedua staf DPRD Kota Batam melakukan tindakan asusila bersama anggota DPRD Kampar, yang merupakan tamu Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin pada Senin (23/7) lalu.
JawaPos.com - Perkembangan isu asusila di ruang pimpinan DPRD Kota Batam, masih dalam proses pemeriksaan. Sampai saat ini Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan.
Namun demikian, informasi perkembangan sampai sejauh mana pemeriksaan tersebut dilakukan masih belum didapat karena Kepala Sekwan DPRD Kota Batam, Asril tidak berada di kantornya, begitu juga dengan kontak ponsel milik Asril yang juga tidak bisa dihubungi.
Sebelumnya, diduga kedua staf DPRD kota Batam melakukan tindakan asusila bersama anggota DPRD Kampar, yang merupakan tamu Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin pada Senin (23/7) lalu.
Adanya agenda Rapat Paripurna, sehingga tamu dari Zainal Abidin tersebut ditinggal untuk beristirahat di sana. Saat kedua honorer berinisial FD dan AY tersebut datang untuk memberikan konsumsi, diduga terjadi tindak asusila tersebut.
Dari informasi yang beredar, kejadian itu diketahui oleh seorang petugas kebersihan berinisial BD. Ia yang datang untuk membersihkan ruangan terkejut dengan kondisi tempat tidur yang ada di ruang kerja Zainal sudah dalam kondisi berantakan. BD juga menemukan barang lain yang diduga terdapat sisa sperma.
Zainal Abidin sendiri mengaku adanya kabar kejadian ini sehari setelahnya atau pada Selasa (24/7). Sehingga ia tidak mengetahui aksi mesum yang terjadi di ruangannya itu
Terkait kebenaran atau titik terang isu asusila di ruangan Pimpinan DPRD Kota Batam yang melibatkan dua tenaga honorer ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Sahir mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap dua honorer tersebut, berdasarkan hasil laporan dari Sekwan.
Jika nantinya telah ditetapkan bersalah, maka BKPSDM akan memberikan sanksi berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat yang berujung pada pemecatan.
"Sekarang kita masih tunggu, Sekwan sedang melakukan pemeriksaan. Setelah ada laporan, baru akan kita lihat apakah akan diberikan sanksi apa," kata Sahir.
Sementara itu, Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam, Suhardi Tahirek menjelaskan bahw BK juga menunggu hasil pemeriksaan dari Sekwan. BK belum mengambil langkah-langkah karena memang pihak yang terlibat dalam kasus ini bukan Anggota DPRD dari Kota Batam.
Terkait dengan kebenaran apakah pihak yang terlibat adalah anggota DPRD Kampar, Suhardi juga mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. "Kalau itu saya belum tahu, karena memang masih berada di luar," kata Suhardi ketika dihubungi pada Jumat (10/8).

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
