
Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta memberikan keterangan di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (24/7).
JawaPos.com - Kasus kekerasan fisik dan pelecehan seksual pada anak hingga kini masih terbilang tinggi dan masih terjadi di Kota Banda Aceh, Aceh. Konsumsi film dewasa atau porno menjadi salah satu penyebab angka masih tinggi.
Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh Bripka Jamil mengatakan, dua kasus yang menimpa anak-anak itu masih banyak dan terus bertambah sering waktu. Pada 2017 lalu, kekerasan fisik pada anak ada 13 kasus dan pelecehan seksual 15 kasus.
"Hingga Juli 2018, kekerasan fisik pada anak ada empat kasus, pelecehan seksual ada delapan kasus," katanya di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (24/7).
Jamil menambahkan, selain tontonan, faktor ekonomi juga menjadi aspek lain yang menyebabkan timbulnya kekerasan pada anak. Karena hal ini sangat mempengaruhi kondisi atau keharmonisan sebuah keluarga menjalani rumah tangga.
"Kalau pelecehan seksual karena terpengaruh media sosial dan menonton film porno, karena sering mereka akses. Untuk kekerasan fisik ada dipengaruhi faktor ekonomi, sehingga menjerus kepada kekerasan fisik," ungkapnya.
Fakta kekerasan fisik dan pelecehan seksual pada sangat memperihatikan dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah serta stakholder terkait. Ini menjadi kado pahit pada peringatan Hari Anak Indonsia tahun ini yang diperingati tiap 23 Juli.
Mirisnya, para pelaku kekerasan dan pelacehan ini adalah orang-orang terdekat. Seperti orang tuan, paman, tetangga dan lainnya yang masih terbilang dekat dengan korban. Rentang usia yang menjadi korban mulai dari lima tahun ke atas, baik laki-laki maupun perempuan.
"Karena ini masih di bulan Juli, tidak menutup kemungkin angka kekerasan akan meningkat. Kekerasan fisik dan pelecehan seksual terhadap anak masih tergolong tinggi," terangnya.
Kekerasan fisik dan pelecehan anak ini terjadi hampir di semua kecamatan yang ada di Banda Aceh. Bahkan hingga kini, Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh masih menangani sejumlah kasus yang terjadi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
