Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juli 2018 | 23.00 WIB

Kreatif, Suhanan Sulap Drum Bekas Menjadi Tempat Obong Sampah

DRUM BEKAS: Tempat Obong Sampah (TOS) dibuat warga Desa Cangkok Kabupaten Cirebon dari drum bekas, Senin (16/7). - Image

DRUM BEKAS: Tempat Obong Sampah (TOS) dibuat warga Desa Cangkok Kabupaten Cirebon dari drum bekas, Senin (16/7).

JawaPos.com - Berawal dari keprihatinan banyaknya sampah plastik tidak mudah terurai di belakang rumah, Suhanan, 40, menciptakan kreasi Tempat Obong Sampah (TOS) yang terbuat dari limbah drum bekas.


Pemuda asal warga Blok Karang Desa, Desa Cangkoak, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon itu membuat tempat pembakaran sampah sederhana yang mampu mengurai sampah dalam waktu singkat.


TOS yang dibuatnya dianggap mampu menyelesaikan masalah sampah rumah tangga. Seperti plastik, kertas atau sampah basah dari rumah. Terbuat dari drum atau aluminium, TOS sudah diminati oleh warga sekitar perumahan.


"Tujuannya sih sederhana. Agar sampah plastik bisa cepat terurai, jadi saya buat tempat bakar dari drum ini," katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (16/7).


Selain mudah dibawa, tempat pembakaran sampah tersebut tidak memakan tempat halaman rumah. Bahkan, pria yang akrab disapa Enon itu mengaku TOS buatannya sangat aman dibanding membakar sampah berserakan tanpa tong.


"Cara bakarnya cukup mudah, bisa pakai kertas dan oli bekas untuk menyalakan apinya," ujar Enon.
Dia menjelaskan, TOS buatannya terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama bagian bawah untuk menampung abu pembakaran. Ruang kedua atau tengah berlapis bahan alumunium untuk menampung sampah.


Sementara ruang paling atas berfungsi untuk menahan suhu panas agar tidak langsung keluar lewat cerobong asap. Sementara cerobong asap berfungsi untuk menyetabilkan suhu panas.


"Sampah organik dan sampah juga bisa terbakar di sini. seperti daun atau bekas popok bayi," paparnya.


TOS sederhana berkapasitas 50-60 kilogram itu diklaim memiliki ketahanan hingga tiga tahun. Buah kreativitasnya, kini TOS buatan Enon banyak dipakai oleh lingkungan sekitar rumah sebagai alternatif dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Dia pun membanderol TOS dengan Rp 700 ribu per unit kepada peminat.


"Beberapa rumah pun sudah banyak yang pakai TOS. Karena efektif ditempatkan di rumah atau sekolahan," ujar Enon.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore